Rabu, 11 Januari 2012

tulisan 2

Lanjutan…1

Waktu sudah menunjukkan pukul 21.00 WIB, tetapi nannya dan ryo masih berada dipinggiran jalan kota Bandung untuk berjalan-jalan. Mungkin karena terlalu banyak minum “Green Sands”(walaupun tidak berakohol) nannya agak sedikit pusing. Selama berjalan-jalan, nannya banyak berbicara melantur, bernyanyi dengan nada-nada sumbang. Rio yang sejak tadi bersama nannya, hanya tertawa melihat tingkah laku sahabatnya itu.

Dalam perjalanan kembali menuju cafĂ© SAPHIERRE untuk mengambil mobil ryo dan segera pulang, nanya dan ryo melewati sebuah papan reklame. Disana, terpampang jelas wajah seorang penyanyi internasional bernama “ Syera Ravea” yang akan mengadakan “TOUR” keseluruh Asia. Karena masih dalam keadaan setengah mabuk, nannya berbicara meracau pada papan reklame tersebut.

“Dasar perempuan jahat !!! Seenaknya aja pergi tanpa pesan apapun dan ninggalin ryo !!!”
“Lihat yo ! perempuan yang udah buat kamu sedih, sekarang wajahnya terpampang jelas !! kamu gak marah yo?” Tanya nannya kesal.
“Udah deh nan, pikiran kamu itu lagi gak beres. Udah ya..jangan di lanjutin lagi..kita pulang aja..” paksa ryo.
“Aku gak kenapa-kenapa yo..! aku sadar.. syera adalah perempuan yang selalu kamu banggain 5 tahun lalu itu udah ninggalin kamu ke korea ! iya kan? Bahkan dia pindahpun kamu tau dari wartawan ! kamu berhak marah yo..kamu pantes marah sama dia..!!” belum selesai nanya mencaci maki syera,, ryo sudah memotongnya..

“Cukup nan !! aku udah bilang jangan pernaah bahas masalah ini lagi !!”

Karena tidak terima syera masih mendapat pembelaan dari ryo, nannya mengambil sebuah bongkahan batu besar untuk dilemparkan pada papan reklame. Tetapi karena keseimbangannya sedikit hilang, nannya melempar batu tersebut ke arah lampu jalan yang berada tepat disamping papan reklame…dan…
“praanngg…!!”
“Nan, kamu udah gila ya? Sekarang kamu liat ulah tangan kamu…” teriak ryo panik.

Sialnya ketika lampu jalan pecah, polisi keamanan Bandung sedang berpatroli.




Apakah yang akan terjadi pada ryo dan nannya ? baca kelanjutan kisahnya pada lanjutan 2…
~ BERSAMBUNG ~

manusia dan kegelisahan

MANUSIA dan KEGELISAHAN

Jika membahas tentang kegelisahan, pasti kita berpendapat bahwa kegelisahan adalah perasaan tidak tenang akibat dari suatu kejadian yang kita alami. Ada juga yang berpendapat bahwa Kegelisahan adalah perasaan tidak tenteram pada hatinya, selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar, dan cemas. Sehingga kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, merasa khawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan. Dan ada pula yang menggambarkan bahwa kegelisahan adalah ekspresi dari kecemasan. Mungkin ketika kita sedang mengalami kegelisahan, kecemasan tanpa sadar muncul sebagai respon dari menanti apa yang akan terjadi.
Kegelisahan dalam diri manusia dapat timbul sewaktu – waktu tanpa atau dengan diharpkan kehadirannya. Banyak faktor yang yang mempengaruhi dan menimbulkan kegelisahan dalam diri manusia. Adanya rasa gelisah yang dirasakan dan dialami oleh manusia pada dasarnya disebabkan oleh manusianya itu sendiri karena semua manusia memiliki hati, perasaan dan pikiran.
Kegelisahan pada diri kita biasanya erat kaitannya dengan sebuah kata “Tanggung Jawab”. Jika usaha yang telah kita lakukan untuk mempertanggung jawabkan mengalami kesulitan dan kendala, kegagalan atau tidak berhasil maka secara langsung otak kita akan terkoneksi dengan “Kegagalan dan permasalahan”. Dengan kata lain terkoneksi dengan hati, perasaan dan pikiran.
Bentuk – bentuk kegelisahan dalam diri manusia dapat mnjelma dalam suatu bentuk, seperti ;
1. Keterasingan
Terasing sudah ada sejak puluhan bahkan ribuan tahun lalu. Dimana terasing dapat didefinisikan sebagai bentuk kehilangan eksistensi diri yang disebabkan tidak adanya pengakuan tentang keberadaan kita “secara hakikat” atau dengan kata lain merasa tersisihkan oleh diri sendiri dan orang lain dalam pergaulan atau mayarakat. Keterasingan disebabkan oleh dua faktor, yaitu (1) Faktor intern, atau fakor yang berasal dari dalam diri sendiri seperti merasa berbeda dengan orang lain, rendah diri dan bersikap apatis dengan lingkungan. (2) Faktor ekstern, yaitu faktor yang berasal dari luar diri. Faktor ini pun biasa bersumber pad afaktor yang pertama.
2. Kesepian
Perwujudan dari terasing adalah kesepian. Jika kita sudah merasa diasingkan maka kita akan mengalami kesepian dalam diri dan lingkungan sehingga merasa sepi atau kesepian. Jika ini terus dibiarkan maka kita akan kehilangan unsur dan karakter unik dalam diri sehingga kita pun sulit untuk mengenali diri kita sendiri.
kecemasan yang tidak berlebihan merupakan naluri alamiah untuk menjaga diri, tetapi jika berlebihan akan menjadi musuh bagi kita sendiri.
Seorang ahli anatomi terkemuka dari Inggris suatu ketika ditanya oleh muridnya tentang obat terbaik untuk mengatasi ketakutan, dan jawabnya adalah, “Cobalah untuk mengerjakan sesuatu untuk orang lain.” Murid tersebut merasa heran atas jawaban yang diberikan, kemudian sang guru meneruskan, “Anda tidak dapat memiliki dua pikiran yang berlawanan pada waktu yang sama, salah satu pikiran akan mengusir pikiran yang lain. Jika suatu saat pikiran sedang terpusat untuk menolong orang lain tanpa mengharapkan apa pun, maka rasa ketakutan tidak akan muncul di dalam pikiran pada waktu yang sama.”
Hal-hal yang dapat kita lakukan untuk melatih pikiran menghindari prilaku jahat:
• Jangan bertentangan dengan hukum alam.
Hiduplah sesuai dengan hukum alam, mengikuti jalan kehidupan yang benar dan melakukan jasa-jasa dan kebaikan.
• Kenalilah lingkunganmu
Mengenal lingkungan tidak hanya dilihat dari seberapa besar kita peduli terhadap lingkungan tersebut. Tetapi, mengetahui seluk beluk, baik buruk lingkungan sekitar kita.
• Ketidakbahagiaan manusia
• Waktu akan menyelesaikan masalah.
Apa pun kesulitan kita, bagaimanapun beratnya, semuanya dapat diselesaikan oleh berlangsungnya waktu.
• Kebahagiaan dan materialisme.
Kebahagiaan tidak dapat dipenuhi hanya dengan materi, kekayaan tidak dapat dibawa serta ketika kita mati.
• Kendalikan pikiran.
Pikiran manusia sangat mempengaruhi badan jasmaninya.
• Kesabaran dan toleransi.
Bersabarlah terhadap segala sesuatunya. Kemarahan akan menuntun seseorang menuju rimba yang tidak memiliki jalan setapak untuk dilalui. Kata-kata kasar bagaikan anak panah yang ditarik dari busurnya, tidak akan dapat ditarik kembali. Tanamkan sikap toleransi karena toleransi membantu menghindari keputusan yang dibuat dengan terburu-buru.

manusia dan harapan

MANUSIA dan HARAPAN

Setiap orang pasti memiliki harapan sebagai tujuan hidup kedepannya. Tidak sedikit orang yang berpendapat bahwa harapan memiliki arti dan makna yang sama dengan cita-cita. Tetapi jika dilihat lebih seksama harapan memiliki makna yang lebih sederhana dan tidak terpatok akan hal yang menjadi tujuan hidup. Sedangkan cita-cita, maknanya lebih mendalam. Karena biasanya cita-cita akan menjadi patokan seseorang dalam menjalani tujuan hidupnya. Dalam memulai harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh. Manusia wajib selalu berdoa. Karena usaha dan doa merupakan sarana terkabulnya harapan.
Ada juga yang berpendapat lain tentang harapan dan cita-cita. Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi; sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan demikian harapan menyangkut masa depan. Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya. Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing. Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan. Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh. Manusia wajib selalu berdoa. Karena usaha dan doa merupakan sarana terkabulnya harapan. Cita-cita merupakan Impian yang disertai dengan tindakan dan juga di berikan batas waktu. Jadi kalau kita bermimpi untuk menjadi netpreneur yang sukses, ya… harus di sertai tindakan jangan cuma berandai-andai saja. Serta jangan lupa di berikan target waktu sehingga kita punya timeline kapan hal tersebut kita inginkan terealiasasi.
Penyebab Manusia Mempunyai Harapan
Menurut kodratnya manusia itu adalah mahluk sosial. Setiap lahir ke dunia langusung disambut dalam suatu pergaulan hidup, yakni di tengah suatu keluarga atau anggota masyarakat lainnya. Tidak ada satu manusiapun yang luput dari pergaulan hidup. Ditengah – tengah manusia lain itulah, seseorang dapat hidup dan berkembang baik fisik/jasmani maupun mental/ spiritualnya. Ada dua hal yang mendorong orang hidup bergaul dengan manusia lain, yakni dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup.
• Dorongan kodrat
Kodrat ialah sifat, keadaan, atau pcmbawaan alamiah yang sudah terjelma dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan.
• Dorongan kebutuhan hidup
Sudah kodrat pula bahwa manusia mempunyai bermacam-macam kebutuhan hidup. Menurut Abraham Maslow sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau kebutuhan manusia itu ialah :
a) kelangsungan hidup (survival)
b) keamanan ( safety )
c) hak dan kewajiban mencintai dan dicintai (be loving and love)
d) diakui lingkungan (status)
e) perwujudan cita-cita (self actualization)
• Teori Kebenaran Korespondensi
Kebenaran atau suatu keadaan dikatakan benar jika ada kesesuaian antara arti yang dimaksud oleh suatu pendapat dengan fakta.
• Teori Kebenaran Koherensi
Teori kebenaran koherensi adalah teori kebenaran yang didasarkan kepada kriteria koheren atau konsistensi.
• Kepercayaan pada diri sendiri
Kepercayaan pada diri sendiri itu ditanamkan setiap pribadi manusia.
• Kepercayaan kepada orang lain
Percaya kepada orang lain itu dapat berupa percaya kepada saudara, orang tua, guru, atau siapa saja.
• Kepercayaan kepada pemerintah
Berdasarkan pandangan teokratis menurut etika, filsafat tingkah laku karya Prof.Ir, Poedjawiyatna, negara itu berasal dari Tuhan.
• Kepercayaan kepada Tuhan
Kepercayaan kepada Tuhan yang maha kuasa itu amat penting, karena keberadaan manusia itu bukan dengan sendirinya, tetapi diciptakan oleh Tuhan.

Sabtu, 17 Desember 2011

MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB

MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB

Tanggung jawab adalah sifat terpuji yang mendasar dalam diri manusia. Selaras dengan fitrah. Tapi bisa juga tergeser oleh faktor eksternal. Setiap individu memiliki sifat ini. Ia akan semakin membaik bila kepribadian orang tersebut semakin meningkat. Ia akan selalu ada dalam diri manusia karena pada dasarnya setiap insan tidak bisa melepaskan diri dari kehidupan sekitar yang menunutut kepedulian dan tanggung jawab. Inilah yang menyebabkan frekwensi tanggung jawab masing-masing individu berbeda. Tanggung jawab mempunyai kaitan yang sangat erat dengan perasaan. Yang kami maksud adalah perasaan nurani kita, hati kita, yang mempunyai pengaruh besar dalam mengarahkan sikap kita menuju hal positif.
MACAM-MACAM TANGGUNG JAWAB
Manusia itu berjuang adalah memenuhi keperluannya sendiri atau untuk keperluan pihak lain. Untuk itu ia menghadapi manusia lain dalam masyarakat atau menghadapi lingkungan alam. Dalam usahanya itu manusia juga menyadari bahwa ada kekuatan lain yang ikut menentukan, yaitu kekuasaan Tuhan. Dengan demikian tanggung jawab itu dapat dibedakan menurut keadaan manusia atau hubungan yang dibuatnya, atas dasar ini, lalu dikenal beberapa jenis tanggung jawab, yaitu

1. Tanggung jawab terhadap diri sendiri

Tanggung jawab terhadap diri sendiri menentukan kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Dengan demikian bisa memevahkan masalah-masalah kemanusiaan mengenai dirinya sendiri menurur sifat dasarnya manusia adalah mahluk bermoral, tetapi manusia juga pribadi. Karena merupakan seorang pribasi maka manusia mempunyai pendapat sendiri, perasaan sendiri, berangan-angan sendiri. Sebagai perwujudan dari pendapat, perasaan dan angan-angan itu manusia berbuat dan bertindak. Dalam hal ini manusia tidak luput dari kesalahan, kekeliruan, baik yang sengaja maupun yang tidak.

2. Tanggung jawab terhadap keluarga

Keluarga merupakan masyarakat kecil. Keluarga terdiri dari suami, ister, ayah, ibu anak-anak, dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarga. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan dan kehidupan.

3. Tanggung jawab terhadap masyarakat

Pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai mahluk sosial. Karena membutuhkan manusia lain maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain. Sehingga dengan demikian manusia disini merupakan anggota masyarakat yang tentunya

mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat yang lain agar dapat melangsungkan hidupnya dalam masyrakat tersebut. Wajarlah apabila segala tingkah laku dan perbuatannya harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat.

4. Tanggung jawab kepada Bangsa / negara
Suatu kenyataan lagi, bahwa tiap manusia, tiap individu adalah warga negara suatu negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan itu salah, maka ia harus bertanggung jawab kepada negara

5. Tanggung jawab terhadap Tuhan

Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkanuntuk mengisa kehidupannya manusia mempunyai tanggung jawab lngsung terhadap Tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukum-hukum Tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam agama. Pelanggaran dari hukum-hukum tersebut akan segera diperingatkan oleh Tuhan dan juka dengan peringatan yang keraspun manusia masih juga tidak menghiraukan maka Tuhan akan melakukan kutukan. Sebab dengan mengabaikan perintah-perintah Tuhan berarti mereka meninggalkan tanggung jawab yang seharusnya dilakukan manusia terhadap Tuhan sebagai penciptanya, bahkan untuk memenuhi tanggung jawab, manusia perlu pengorbanan.
PENGABDIAN DAN PENGORBANAN

Wujud tanggung jawab juga berupa pengabdian dan pengorbanan adalah perbuat baik untuk kepentingan manusia itu sendiri

1. Pengabdian

Pengabdian itu adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormat, atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas.

Pengabdian itu hakekatnya adalah rasa tanggung jawab, apabila orang bekerja keras sehari penuh untuk mencukupi kebutuhan, hal itu berarti mengabdi kepada keluarga. Lain halnya jika kita membantu teman dalam kesulitan, mungkin sampai berhari-hari itu bukan pengabdian, tetapi hanya bantuan saja
Pengabdian kepada agama atau kepada Tuhan terasa menonjolnya seperti yang dilakukan oleh para biarawan dan biarawati. Pada umumnya mereka itu adalah orang-orang yang terjun diladang Tuhan karena kesadaran moralnya, karena panggilan Tuhan. Mereka meninggalakan keluarga dan tidak akan berkeluarga.
Pengabdian terhadap negara dan bangsa yang juga menyolok antara lain dilakukan oleh pegawai negri yang bertugas menjaga mercu suar di pulau yang terpencil. Mereka bersama keluarganya hidup terpencil dari masyarakat ramai. Sementara itu setiap hari tiupan angin kencang dari laut tidak pernah berhenti, apalagi bila terjadi badai. Mereka bersunyi diri dalam pengabdian diri demi keselamatan kapal yang lalu lalang. Kesenangan yang dapat dirasakan oleh pegawai negri dikota tidak dapat dirasakan, mungkin sekali-sekali bila mereka memperoleh cuti.

2. Pengorbanan

Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan, sehingga pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung unsur keikhlasan yang tidak mengandung pamrih suatu pemberian yang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus ikhlas semata-mata.
Pengorbanan dalam arti pemberian sebagai tanda kebaktian tanpa pamrih dapat dirasakan bila kit membaca atau mendengarkan kotbah agama. Dari kisah para tokoh agama atau nabi, manusia memperoleh tauladan, bagaimana semestinya wajib berkorbanan.

MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP

MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP

Pengertian pandangan hidup adalah pertimbangan atas pilihan hidup apa yang akan menjadi masa depannya kelak. Ada juga yang berpendapat bahwa pandangan hidup adalah pedoman hidup, petunjuk hidup, juga pertimbangan hidup. Dan pendapat maupun pertimbangan hidup setiap individu adalah pemikiran yang membutuhkan waktu yang lama juga terus menerus.
Pandangan hidup berdasarkan asalnya yaitu:
1. Pandangan hidup berasal dari agama
2. Pandangan hidup berasal dari ideology
3. Pandangan yang berasal dari hasil renungan.
Pandangan hidup pada dasamya mempunyai unsur-unsur yaitu cita-cita, kebajikan, usaha, keyakinan/kepercayaan. Keempat unsur ini merupakan satu rangkaian kesatuan yang tidak terpisahkan. Cita – cita ialah apa yang diinginkan yang mungkin dapat dicapai dengan usaha atau perjuangan. Tujuan yang hendak dicapai ialah kebajikan, yaitu segala hal yang baik yang membuat manusia malunur, bahagia, damai, tentram. Usaha atau perjuangan adalah kerja keras yang dilandasi keyakinan/kepercayaan. Keyakinan/kepercayaan diukur dengan kemampuan akal, kemampuan jasmani, dan kepercayaan kepada Tuhan.
Dalam setiap pandangan hidup pasti terdapat cita-cita. Cita-cita adalah tujuan yang dibuat oleh setiap individu dalam melakukan pencapaian tertentu. Karena pada dasarnya manusia hidup di dunia ini adalah untuk mencapai tujuan hidup yan bersifat duniawi juga akhirat.
Kebajikan atau kebaikan pada dasarnya adalah perbuatan baik menurut agama dan sesuai dengan norma-norma agama dan etika. Pada dasarnya setiap makhluk hidup itu adalah makhluk yang baik karena sebagai makhluk sempurna, manusia dapat menentukan apa yang pantas dilakukan dan tidak pantas dilakukan. Suara hati memiliki peran penting dalam menentukan p0erbuatan yang akan dilakukan manusia. Oleh karena itu apa yang pada akhirnya dilakukan manusia adalah suara hati terdalam seseorang tersebut.
Usaha dan perjuangan dapat disebut dalam mencapai cita-cita dan impian. Kerja keras dapat dilakukan dengan otak atau ilmu maupun dengan fisik atau tenaga atau kedua-duanya. Dan biasanya kerja keras seseorang dibatasi oleh kemampuan setiap orang.
Keyakinan atau kepercayaan adalah pandangan hidup sesuai dengan kekuasaan tuhan. Menurut Prof.Dr.Harun Nasution ada 3 aliran filsafat yaitu:
1. Aliran naturalism
2. Aliran intelektualisme
3. Aliran gabungan
Dan dalam berpandangan hidup kita harus memiliki langkah-langkah yang tepat seperti:
• Mengenal
• Mengerti
• Menghayati
• Meyakini
• Mengabdi
• Mengamankan

MANUSIA DAN KEADILAN

MANUSIA DAN KEADILAN

Keadilan dapat diartikan adalah rasa layak dalam tindakan manusia agar merasa memiliki persamaan dalam segala hal. Menurut pendapat umum dikatakan bahwa sebenarnya keadilan itu adalah pengakuan dan p;erlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban seseorang dihadapan orang lain terutama Tuhan.

Keadilan memiliki beberapa macam, yaitu:

• KEADILAN LEGAL ATAU KEADILAN MORAL
Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjadi kesatuannya. Dalam masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan menurut sifat dasarnya paling cocok baginya ( the man behind the gun ). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan oleh yang lainnya disebut keadilan legal.
Keadilan timbul karena penyatuan dan penyesuaian untuk member tempat yang selaras kepada bagian-bagian yang membentuk suatu masyarakat. Keadilan terwujud dalam masyarakat bilamana setiap anggota masyarakat melakukan fungsinya secara baik.
Ketidakadilan terjadi apabila ada campur tangan terhadap pihak lain yang melaksanakan tugas-tugas yang selaras sebab hal itu akan menciptakan pertentangan dan ketidak keserasian.

• KEADILAN DISTRIBUTIF
Aristotele berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama diperlakukan tidak sama (justice is done when equels are treated equally).


• KEADILAN KOMUTATIF
Keadilan ini bertujuan untuk memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum.Bagi Aristoteles pengertian keadilan ini merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrem menjadikan ketidakadilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat.

• KEJUJURAN
Kejujuran atau jujur artinya apa-apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya, apa yang dikatakan sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedang kenyataan yang ada itu adalah kenyataan yang benar-benar ada. Jujur juga berarti seseorang bersih hatinya dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum. Untuk itu dituntut satu kata dan perbuatan, yang berarti bahwa apa yang dikatakan harus sama dengan perbuatannya. Karena itu jujur berarti juga menepati janji atau kesanggupan yang terlampir melalui kata-kata ataupun yang masih terkandung dalam hati nuraninya yang berupa kehendak, harapan dan niat.
Sikap jujur itu perlu di pelajari oleh setiap orang, sebab kejujuran mewujudkan keadilan, sedang keadilan menuntut kemuliaan abadi, jujur memberikan keberanian dan ketentraman hati, serta menyucikan lagi pula membuat luhurnya budi pekerti.Pada hakekatnya jujur atau kejujuran di landasi oleh kesadaran moral yang tinggi kesadaran pengakuan akan adanya sama hak dan kewajiban, serta rasa takut terhadap kesalahan atau dosa.

• Nama Baik
Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup. Nama baik adalah nama yang tidak tercela. Setiap orang menjaga dengan hati-hati agar namanya tetap baik. Lebih-lebih jika Ia menjadi teladan bagi orang/tetangga disekitamya adalah suatu kebanggaan batin yang tak temilai harganya.
Ada peribahasa berbunyi “daripada berputih mata lebih baik berputih tulang” artinya orang lebih baik mati dari pada malu. Betapa besar nilai nama baik itu sehingga nyawa menjadi taruhannya. Setiap orang tua selalu berpesan kepada anak-anaknya “jagalah nama keluargamu!” Dengan menyebut “nama” berarti sudah mengandung arti “nama baik”.
• Pembalasan
Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Reaksi itu dapat berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang.

MANUSIA DAN PENDERITAAN

MANUSIA DAN PENDERITAAN

Mungkin semua orang sudah tidak asing lagi dengan kata derita. Tapi apakah mereka tahu apa makna sesungguhnya dari kata derita? Saya akan membahasnya secara umum. Derita berasal dari bahasa sansekerta yaitu dhra yang artinya adalah menahan atau menanggung. Dan derita itu sendiri berarti menanggung atau merasakan sesuatu yang bias dianngap tidak menyenangkan dan sebagainya. Banyak orang yang menyebutkan bahwa intensitas penderitaan ada yang berat dan ada yang ringan. Namun sesungguhnya intensitas penderitaan seseorang itu dapat ditentukan oleh seseorang tersebut sebagai subjek dalam mengalami suatu masalah.
Penderitaan tidak mengenal ruang dan waktu. Ini berarti bahwa penderitaan tidak hanya dialami oleh manusia di zaman ini, dimana kebutuhan dan tuntutan hidup semakin meningkat yang pada instansi berikut bisa menimbullkan penderitaan bagi yang tidak mampu memenuhinya. Akan tetapi penderitaan, konon telah dikenal sejak kelahiran manusia pertama. Dan dapat kita sadari penyebab utama dari sebuah penderitaan adalah manusia itu sendiri. Dan manusia sebagai factor utama penyebab penderitaan memang sudah disadari sejak dahulu, penderitaan manusia yang satu tidak bisa dilepaskan daru ulah manusia lainnya. Ini semua sulit terbantahkan mengingat penderitaan itu pada dasarnya merupakan anak penguasaan, dan jarang sebagai anak kebebasan.
Selama kita mengalami penderitaan pasti kita merasakan yang namanya siksaan juga, baik siksaan fisik maupun batin. Siksaan itu sendiri dapat diartikan dengan rasa yang menghantui kita selama kita mengalami penderitaan. Siksaan yang sifatnya batin maupun psikis dapat berupa : kebimbangan,kesepian,ketakutan,dsb. Dan ketakutan akan suatu hal secara berlebihan dan tidak pada tempatnya dapat disebut dengan phobia.
Kekalutan mental biasa dikenal dengan penderitaan batin dalam ilmu psikologi. Sebenarnya kekalutan mental adalah gangguan jiwa akibat dari seseorang yang tidak mampu menangani masalah yang sedang dihadapinya saat itu. Dalam kekalutan mental memiliki beberapa gejala awal, seperti:
• Pada fisik terasa pusing,sesak napas,nyeri lambung,dsb yang berhubungan dengan fisik seseorang.
• Pada kejiwaanya timbul rasa takut,cemas,cemburu,mudah marah,dsb.
Dalam gangguan jiwa juga terdapat tahap-tahap seperti berikut:
• Nampaknya gangguan kejiwaan dalam jasmani dan rohani si penderita.
• Berusaha atau upaya dalam mempertahankan diri dengan cara yang tidak seharusnya atau negative.
• Kekalutan merupakan titik patah dan yang bersangkutan mengalami gangguan.
Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental:
• Memiliki kepribadian yang lemah
• Terjadi atau mengalami konflik budaya
• Cara pematangan batin yang salah.
Biasanya akibat penderitaan yang dialami seseorang selalu berujung pada agama. Maksudnya, dimana manusia sudah mulai merasa terganggu dengan penderitaan yang dia alami, manusia selalu mempertanyakan andil Tuhan atas penderitaan yang mereka alami.Manusia dapat mengajukan pertanyaan kepada Tuhan dengan semua emosi hatinya dan dengan pikirannya yang penuh dengan ketakutan dan kecemasan. Tuhan menunggu pertanyaan dan mendengarkannya,

Tapi untuk melihat jawaban yang benar terhadap pertanyaan “mengapa ada penderitaan,” kita harus melihat pada perwahyuan mengenai kasih ilahi, yang merupakan sumber terdalam dari makna setiap hal yang ada. Kasih juga merupakan sumber yang terkaya dari arti penderitaan, yang selalu tetap merupakan suatu misteri: kita sadar akan tidak cukupnya dan tidak memadainya penjelasan-penjelasan kita. Kristus menyebabkan kita masuk dalam misteri ini dan untuk menemukan “mengapa ada penderitaan,” sejauh kita dapat menangkap keluhuran kasih ilahi.Penderitaan memang menyakitkan dan menimbulkan luka. Tetapi manusia tidak pernah sendiri menghadapinya. Selalu saja ada teman dan sahabat yang ikut berbela rasa dengan kita memikul duka cita itu. Bahkan Tuhan juga menjadi sahabat kita.