Minggu, 09 Juni 2013
PENYESUAIAN DIRI DAN ABNORMAL
A. Konsep Penyesuaian Diri
Penyesuaian diri merupakan suatu proses dinamis yang bertujuan untuk mengubah perilaku individu agar terjadi hubungan yang lebih sesuai antara diri individu dengan lingkungannya. Seseorang tidak dilahirkan dalam keadaan telah mampu menyesuaikan diri atau tidak mampu menyesuaikan diri, kondisi fisik, mental, dan emosional dipengaruhi dan diarahkan oleh faktor-faktor lingkungan dimana kemungkinan akan berkembang proses penyesuaian yang baik atau yang salah. Penyesuaian yang sempurna dapat terjadi jika manusia atau individu selalu dalam keadaan seimbang antara dirinya dengan lingkungannya, tidak ada lagi kebutuhan yang tidak terpenuhi, dan semua fungsi-fungsi organisme atau individu berjalan normal. Namun, penyesuaian diri lebih bersifat suatu proses sepanjang hayat, dan manusia terus menerus menemukan dan mengatasi tekanan dan tantangan hidup guna mencapai pribadi sehat. Penyesuaian diri adalah suatu proses. Kepribadian yang sehat ialah memiliki kemampuan untuk mengadakan penyesuaian diri secara harmonis, baik terhadap diri sendiri maupun terhadap lingkungannya.
Dalam kehidupan sehari-hari, Penyesuaian diri merupakan salah satu persyaratan penting bagi terciptanya kesehatan jiwa/mental individu. Banyak individu yang menderita dan tidak mampu mencapai kebahagiaan dalam hidupnya, karena ketidak-mampuannya dalam menyesuaikan diri, baik dengan kehidupan keluarga, sekolah, pekerjaan dan dalam masyarakat pada umumnya. Tidak jarang pula ditemui bahwa orang-orang mengalami stres dan depresi disebabkan oleh kegagalan mereka untuk melakukan penyesaian diri dengan kondisi yang penuh tekanan.
B. Pertumbuhan Personal
Banyak kualitas penyesuaian diri yang baik mengandung implikasi-implikasi yang khas bagi pertumbuhan pribadi. Hal ini ada dalam kriteria perkembangan diri yang berarti pertumbuhan kepribadian yang terus-menerus kearah tujuan kematangan dan prestasi pribadi. Setiap langkah dalam proses pertumbuhan dari masa bayi sampai masa dewasa harus menjadi kemajuan tertentu kearah kematangan tang lebih besar dalam pikiran, emosi, sikap dan tingkah laku. Pelekatan (fiksasi) pada setiap tingkat perkembangan bertentangan dengan penyesuaian diri yang kuat, misalnya menggigit kuku, menghisap jempol, ngompol, ledakan amarah, atau membutuhkan sangat banyak kasih sayang dan perhatian. Perkembangan diri disebabkan oleh realisasi kematangan yang terjadi secara tahap demi tahap.
Pertumbuhan kepribadian ditingkatkan oleh banyaknya minat terhadap pekerjaan dan kegemaran. Sulit menyesuaikan diri dengan baik terhadap tuntutan-tuntutan pekerjaan yang tidak menarik dan membosankan, dan segera pekerjaan itu menjadi hal yang tidak menyenangkan atau menjijikkan. Tetapi, kita memiliki cara tertentu untuk mengubah dan mengganti pekerjaan yang merangsang minat kita sehingga kita dapat memperoleh kepuasan terus-menerus dalam pekerjaan.
Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan personal ;
1. Faktor biologis
Karakteristik anggota tubuh yang berbeda setiap orang, kepribadian, atau warisan biologis yang sangat kental.
2. Faktor geografis
Faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi kepribadian seseorangdan nantinya akan menentukan baik atau tidaknya
pertumbuhan personal seseorang.
3. Faktor budaya
Sumber :
http://smileandsprit.blogspot.com/2011/03/penyesuaian-diri-pertumbuhan-personal.html
http://21juli1991.blogspot.com/2013/05/penyesuaian-diri-dan-pertumbuhan_10.html
Senin, 29 April 2013
teori kepribadian
TEORI KEPRIBADIAN SEHAT ALLPORT (ciri-ciri kepribadian yang matang) 1. perluasan perasaan diri ketika diri berkembang, maka diri itu meluas mencapai banyaknya orang dan benda. Mula-mula diri hanya berfokus dan berpusat hanya pada individu. Kemudian, ketika lingkaran pengalaman tumbuh dan berkembang maka diri bertambah luas meliputi nilai-nilai dan cita-cita yang abstrak. Dengan kata lain, ketika orang menjadi matang, mengembangkan perhatian-perhatian diluar diri. Akan tetapi, tidak cukup hanya berinteraksi dengan sesuatu atau seseorang diluar seperti pekerjaan. 2. hubungan diri yang kuat allport membedakan dua macam kehangatan dalam hubungan dengan orang lain: kapasitas untuk keintiman dan kapasitas untuk perasaan terharu. Orang yang sehat secara psikologis mampu memprtlihatkan keintiman terhadap orang tua, anak,, partner, teman akrab atau sahabat. Apa yang dihasilkan oleh kapasitas untuk keintiman ini adalah sesuatu perasaan perluasan diri yang berkembang baik. Perasaan terharu, tipe kehangatan yang kedua adalah suatu pemahaman tentang kondisi dasar manusia dan perasaan kekeluargaan dengan semua bangsa. 3. keamanan sosial sifat dari kepribadian yang sehat ini meliputi beberapa kualitas; kualitas utama adalah penemerimaan diri. Kepribadian-kepribadian yang sehat mampu menerima semua segi dari mereka, termasuk kelemahan dan kekurangan tanpa menyerah secara pasif pada kelemahan dan kekurangan tersebut. 4. persepsi realistis orang-orang yang sehat memandang dunia mereka secara objektif. Sebaliknya, orang-orang yang neurotis kerapkali harus mengubah realitas agar membuatnya sesuai dengan keinginan, kebutuhan, dan ketakutan mereka. 5. keterampilan dan tugas allport mengemukan bahwa ada kemungkinan orang-orang yang memiliki ketrampilan menjadi neurotis. Akan tetapi tidak mungkin menemukan orang-orang yang sehat dan matang yang tidak mengarahkan ketrampilan mereka pada pekerjaan mereka. 6. pemahaman diri pengenalan diri yang memadai menuntut tentang hubungan atau perbedaan antara gambaran diri yang dimiliki seseorang dengan dirinya menurut keadaan yang sesungguhnya. 7. filsafat hidup yang mempersatukan alllport menyebutkan dorongan yang mempersatukan ini arah, dan lebih kelihatan dibandingkan kepribadian yang sehat daripada orang-orang yang neurotis. CARL ROGERS (Perkembangan Kepribadian) Dalam masa kecil, anak mulai membedakan, atau memisahkan salah satu segi pengalamannya dari semua yan lain-lainnya. Segi ini adalah diri dan itu digambarkan dengan bertambahnya penggunaan kata "aku" dan "kepunyaanku". Anak itu mengembangkan kemampuan untuk membedakan antara apa yang menjadi milik atau bagian dirinya dan semua benda lain yang dilihat, diraba, didengar dan diciumnya ketika dia membentuk lukisan dan gambaran tentang siapa dia. Abraham Maslow (Hierarki Kebutuhan Manusia) Kebutuhan fisiologis adalah kebutuhan-kebutuhan yang jelas terhadap makanan, air, udara, tidur, seks dan pemuasan terhadap kebutuhan-kebutuhan itu sangat penting untuk kelangsungan hidup. Kebutuhan akan rasa aman adalah kenutuhan-kebutuhan yang meliputi akan jaminan stabilitas, perlindungan, ketertiban, bebas dari ketakutan dan kecemasan. Kebutuhan akan memiliki dan cinta adalah kebutuhan kita akan cinta deengan membangun hubungan yang akrab dan penuh perhatian orang lain atau dengan orng-orang pada umumnya, dan dalam hubungan-hubungan ini memberi menerima cinta adalah sama penting. Kebutuhan akan penghargaan adalah kebutuhan dimana kita ingin dihargai oleh diri sendiri atau yang paling utama adalah dihargai oleh orang lain. Kebutuhan akan aktualisasi diri adalah kebutuhan yang paing tinggi dan penggunaan semua bakat kita, pemenuhan semua kualitas dan kapasitas kita. ERICH FROMM (Ciri-ciri kepribadian sehat) Cinta yang produktif adalah suatu hubungan manusia yang bebas dan sederajat dimana-mana partner dapat mmpertahankan individualitas mereka. Pikiran yang produktif meliputi kecerdasan, prtimbangan, dan objektivitas. Pemikir produktif didorong oleh perhatian yang kuat terhadap objek pikiran. Kebahagiaan merupakan suatu bagian integral dan hasil kehidupan yang berkenaan dengan orientasi produktif; kebahagian itu menyertai seluruh kegiatan produktif. Suara hati otoriter adalah penguasa dari luar yang diinternalisasikan, yang memimpin tingkah laku orang tersebut. Sunber : Schultz, Duane. 1991. Psikologi Pertumbuhan. Yogyakarta: Kanisius Media.
pengertian stress
PENGERTIAN STRESS Stress dapat diartikan sebagai suatu kondisi yang disebabkan oleh transaksi antara individu dengan lingkungan yang menimbulkan persepsi jarak antara tuntutan-tuntutan yang berasal dari situasi dengan sumber-sumber daya system biologis, psikologis, dan social dari seseorang (sarafino, 1990). Atau secara bahasa yang lebih mudah untuk dimengerti adalah kondisi ataupun keadaan ketika seseorang merasa berada di bawah tekanan, frustasi, cemas yang diakibatkan dari dalam maupun dari luar diri individu tersebut. Efek-efek stress Efek-efek stress menurut Hans Seyle, tidak semua jenis stress itu merugikan yang disebut dengan eustress. Karena kita melakukan, menjalani ringan, saat-saat singkat dan dikendalikan oleh ketegangan yang dianggap umum, sebagai rangsangan positif terhadap perkembangan emosional seseorang. Sedangkan distress adalah sebutan untuk jenis stress yang merugikan. Karena ditandai dengan tekanan fisik dan psikologis yang mengganggu kesehatan. Faktor-faktor ; 1. faktor sosial : - dukungan emosional - dukungan nyata - dukungan informasi 2. faktor individu ketika seseorang menemui stressor dalam lingkungannya, ada dua karakteristik pada stressor tersebut . yaitu, berapa lama harus menghadapi stressor tersebut dan berapa terduganya stressor tersebut. Tipe-tipe stress 1. tekanan : tekanan biasanya muncul dari tuntutan sehari-hari. Misalnya, ketika orang tua menunut kita untuk melakukan sesuatu secara paksa. Atau ketika sedang mendapat tugas banyak yang harus dikumpulkan esok hari. 2. frustasi : frustasi muncul jika seseorang gagal dalam mencapai sesuatu. Misal, jika kita ingin masuk dalam perguruan tinggi negeri tetapi kita tidak lulus dalam kualifikasi tes, secara tak sadar kita akan mengalami frustasi atas apa yang terjadi. 3. konflik : konflik dapat atau biasa muncul jika seseorang tidak memiliki kemampuan untuk memilih salah satu dari dua pilihan yang ada dalam keinginan, kebutuhan, ataun tujuan saat seseorang dihadapkan pada situasi sulit untuk memilih. 4. kecemasan : kesemasan adalah kondisi ketika seseorang merasa gelisah atau khawatir karena sesuatu yang kemungkinan terjadinya hal buruk. Misal, jika seorang murid yang lupa mengerjakan tugasnya dihari guru killer sedang mengajar. Maka akan timbul rasa cemas dan khawatir yang sangat inggi. Strategi koping yang spontan menghadapi stress Koping strategi adalah metode yang digunakan seseorang dalam mengatasi stress yang mereka hadapi. Metode koping dapat berbentuk seperti apa saja dengan bebagai cara tergantung tingkat stress yang mereka alami. Misal, jika seseorang stress ketika akan menghadapi ujian nasional maka koping yang cocok adalah menyiapkan waktu atau hari luang untuk menenangkan diri seperti jalan-jalan atau sekedar istirahat dirumah. Ada beberapa koping stress yang cukup berhasil mengatasi stress : 1. peningkatan kesadaran terhadap masalah 2. pengolahan informasi 3. pengubahan perilaku http://bio-nikith.blogspot.com/2013/04/stress.html
koping stress
KOPING STRESS Pengertian dan Jenis-jenis Koping Coping merupakan suatu proses dimana individu mencoba untuk mengelola jarak yang ada antara tuntutan-tuntutan (baik tuntutan yang berasal dari individu maupun tuntutan yang berasal dari lingkungan) dengan sumber-sumber yang mereka gunakan dala menghadapi situasi stressful (Cohen & Lazarus, 1983; Lazarus & Folkman, 1984; Sarafino 1990; Taylor, 1991). Jenis-jenis koping Secara umum koping sendiri memiliki 2 macam yaitu tindakan langsung dan peredaan atau peringanan. Jenis tindakan langsung sendiri memiliki 4 macam yakni, mempersiapkan diri untuk menghadapi luka, agresi, penghindaran, apati. Sedangkan jenis peredaan atau peringanan ada 2 macam yakni, diarahkan pada gejala. 1. tindakan langsung : koping jenis ini dilakukan jika individu sedang melakukan perubahan posisi terhadap masalah yang dialami secara langsung. - mempersiapkan diri untuk menghadapi luka : melakukan langkah antisipatif. Misal, ketika seseorang akan menghadapi ujian nasional. Maka tindakan antisipatif yang ia lakukan adalah belajar sedikit demi sedikit sebelum menjelang ujian. - Agresi : agresi adalah tindakan yang dilakukan jika seseorang merasa terancam oleh agen lain mengancam atau ingin melukai. - Penghindaran : tindakan ini dilakukan jika agen yang mengancam memiliki kekutan atau kekuasaan lebih kuat. - Apati : pola ini adalah pola putus asa dimana individu yang bersangkutan tidak dapat bergerak dan melakukan apa-apa dan juga menerima begitu saja. 2. peredaan dan pengarahan : koping ini dilakukan untuk mengurangi/menghilangkan tekanan yang ada. - Diarahkan pada gejala : tindakan ini dilakukan jika gangguan atau gejala-gejala muncul dari dalam diri individu dengan cara mengurangi gangguan tersebut. - Cara intrapsikis : tindakan ini dilakukan ketika muncul gangguan pada diri kita dengan cara mengguanakan defense mechanism. Koping Konstruktif/merusak 1. penalaran : yaitu penggunaan kemampuan kognitif untuk mengeksplorasi berbagai macam alternative pemecah masalah yang paling menguntungkan. 2. objektifitas : yaitu kemampuan untuk membedakan antara komponen-komponen emosional dan logis dala pemikiran, penalaran maupun tingkah laku. 3. konsentrasi : yaitu kemampuan untuk memusatkan pikiran dan perhatian secara penuh pada persoalan yang dihadapi. 4. humor : yaitu kemampuan untuk melihat sisi lucu dari persoalan yang sedang dihadapi. 5. toleransi terhadap kedwiartian atau ambiguitas : yaiu kemampuan untuk memahami bahwa banyak hal didunia ini bersifat tidak jelas atau ambigu. 6. supresi : yaitu kemampuan untuk menekan respon atau reaksi yang mendadak pada situadi yang ada. 7. empati : yaitu kemampuan untuk melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain juga. Koping Positif 1. antisipasi : antisipasi berkaitan dengan kesiapan mental seseorang untuk menerima suatu rangsang. 2. afiliasi : berhubungan dengan kebutuhan untu berhubungan atau bersatu dengan orang lain. 3. altruisme : altruisme salah satu bentuk koping yang mementingkan kepentingan orang lain. 4. penegasan diri : individu berhadapan dengan konflik yang sedang dialami tanpa memaksa atau memanipulasi orang lain. 5. pengamatan diri : pengujian secara objektif proses-proses kesadaran diri atau mengadakan pengamatan tentang diri sendiri. Sumber : Siswanto. 2007. Kesehatan Mental; konsep, cakupan, dan perkembangannya. Yogyakarta: Andi Sunaryo. 2002. http://snanriris.blogspot.com
Kamis, 28 Maret 2013
Tugas 3 A. Penyesuaian Diri dan Pertumbuhan penyesuaian diri merupakan proses adaptasi dengan lingkungan yang bersiafat dinamik. Maksudnya adalah ketika lingkungan sekitar kita mengalami perubahan maka saat itu lah kita melakukan penyesuaian diri. namun terkadang hal itulah yang brtentangan dengan sifat kepribadian seseorang. Karena tidak semua orang dapat menyesuaikan dirinya dengan baik. Bahkan ada yang merasa terganggu jika harus selalu beadaptasi dengan lingkungan luar. Schneiders berpendapat bahwa penyesuaian diri dapat dilihat dari 3 sudut pandang, yaitu : penyesuaian diri sebagai adaptasi, penyesuaian diri sebagai konformitas, p3nyesuaian diri sebagai usaha penguasaan. Pada intinya penyesuaian diri dapat berlangsung baik jika kita dapat menyesuaikan diri denagn baik pula terhadap lingkungan sekitar kita. Dan dampak tersebut akan terlihat dari pertumbuhan personalnya. B. Pertumbuhan Personal Pertumbuhan adalah perubahan secara fisiologis sebagai hasil dari proses-proses pematangan fungsi-fungsi fisik yang berlangsung secara normal yang sehat dan terjadi pada eaktu yang normal. Maksudnya adalah kesuaian kematangan fisiologis yang berlangsung secara bersamaan dengan matangnya fungsi dari fisik. Sedangkan pertumbuhan personal menurut Ptof. Gessel pertumbuhan personal itu berlangsung secara terus menerus. Missal dari kita lahir menjadi bayi kemudian perlahan-lahan tumbuh menjadi dewasa. Variasi pertumbuhan memang dapat terjadi. Karena tidak semua individu berhasil dalam melakukan penyesuaian diri terhadap lingkunagn sekitarnya. Dan biasanya hal yang menjadi rintangan ketidakberhasilan berasal dari dalam diri maupun luar diri. Pada intinya variasi pertumbuhan dapat terjadi karena sikap individu dalam menangani penyesuaian diri terhadap lingkungan mereka pun berbeda. Menurut Carl Roger (1961) menyebutkan 3 aspek yang memfasilitasi pertumbuhan personal dalam suatu Hubungan yaitu: 1. Keikhklasan kemampuan untuk menyadari perasaan sendiri atau menyadari kenyataan. 2. Menghormati keterpisahan dari orang lain tanpa kecuali dan 3. Keinginan yang terus menerus untuk memahami atau bersimpati pada orang lain. Dan ada beberapa factor juga yang dapat mempengaruhi pertumbuhan personal : 1. Faktor biologis ; karakteristik setiap anggota tubuh yang berbeda setiap orang, kepribadian, atau warisan biologi yang sangat kental. 2. Faktor geografis : faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi kepribadian seseorang dan nantinya akan menentukan baik atau tidaknya pertumbuhan personal. 3. Faktor budaya ; tidak dipungkiri juga bahwa budaya juga berpengaruh penting dalam kepribadian seseorang, tetapi bukan berararti setiap orang dengan kebudayaan yang sama memiliki kepribadian yang sama juga. Daftar Pustaka http://dedeh89-psikologi.blogspot.com/2013/03/penyesuaian-diri-dan-pertumbuhan.html
Tugas 2 A. Teori Kepribadian Sehat Apakah yang dimaksud kepribadian yang sehat ? mungkin pertanyaan itulah yang selalu muncul dalam benak berjuta-juta orang bahkan para ahli-ahli psikologi. Tetapi dibalik banyaknya pertanyaan-pertanyaan, telah muncul bermacam-macam jawaban yakni suatu arus buku-buku untuk pertolongan terhadap diri sendiri, kepercayaan-kepercayaan yang membimbing, janji-janji tentang gaya hidup baru. Sejumlah besar orang-orang amerika mencari-cari dalam kelompok, menyelidiki, dan menyingkapkan diri batiniah mereka dalam sensitivity sessions, T-Groups, dan sejumlah bentuk encounter therapy lainnya. Penjahat-penjahat, pecandu-pecandu, dan lain sebagainya rupanya menemukan dalam pengalaman-pengalaman itu dimensi-dimensi dan potensi-potensi dalam kepribadian mereka yang tidak pernah disadari bahwa mereka memilikinya. Pendukung-pendukung gerakan potensi manusia mengmukakan bahwa ada suatu tingkat prtumbuhan dan perkembangan yang sangat diperlukan yang melampaui "normalitas" dan mereka mengemukakan bahwa manusia perlu memperjuangkan tingkat pertumbuhan yang lebih maju supaya merealisasikan semua potensinya. Dengan kata lain, tidak cukup hanya bebas dari sakit emosional; tidak adanya tingkah laku neurotis atau psikotis tidak cukup untuk menilai seseorang sebgai pribadi yang sehat. Dari beberapa pengertian yang ada kepribadian yang sehat merupakan B. Aliran psikoanalisa Jika membahas aliran psikoanalisa pasti kita sudah sangat sering mendengar nama tokohnya. Siapa lagi kalau bukan Sigmund Freud. Freud adalah seorang jerman keturunan yahudi, dilahirkan pada tanggal 6 Mei 1856. tokoh pendiri psikoanalisaini secara skematis menggambarkan jiwa sebagai sebuah gunung es. maksudnya adalah bagian atas yang paling kecil disebut dengan kesadaran atau consciousness. Dan dibawah Permukaan laut adalah bagian yang disebutnya pra kesadaran atau ketidaksadaran atau unconsciousness. banyak dorongan-dorongan yang berasal dri ketidaksadaran yang mulai naik keatas permukaan puncak es yaitu bagian keasadaran yang kapasitas muatannya sangat terbatas. tinggallah ego yang bertugas untuk mengatur Dorongan mana yang bisa dimunculkan atau ditekan atau dihilangkan agar hanya dorongan yang penting yang dapat dimunculkan pada permukaan kesadaran. sebagian besar dorongan-dorongan berasal yang sudah ada sejak lahir, yaitu dorongan seksual Dan dorongan agresi. C. Aliran Behavioristik Jb. Watson dilahirkan di Greenville pada tanggal 9 januari 1878 dan meninggal di New York city pada tanggal 25 September 1958. pada tahun 1908 ia menjadi professor dalam psikologi eksperimen dan psikologi komparatif di john Hopkins university di Baltimore. J.B Watson adalah pendiri behaviorisme di Amerika Serikat. Karyanya yang paling penting adalah Psychology as the behaviorist views it. Watson berpendapat bahwa psikologi haruslah menjadi ilmu yang objektif, oleh karena itu ia tidak mengakui adanya kesadaran yang hanya dapat diteliti melalui metode introspeksi. metode introspeksi sendiri tidak okjektif dan tidak ilmiah. pendapat-pendapat Watson umumnya adalah ekstrem dan argumentasi-argumentasinya untuk mempertahankan pendapat itu sering kali kekanak-kanakan sehingga sering kali Watson disebut sebagai naive behaviorist. Menurut Watson emosi tidak lain adalah gerakan otot Dan aktivitas alat-alat seksual itu yang implisit. Teori ini tentu saja mengundang banyak kritik. Salah satu kritik adalah bahwa orang-orang yang karena sesuatu hal tidak mempunyai lidah lagi, tetap dapat berpikir, padahal ia tidak dapat berbicara. D. Aliran Humanistik Pada awalnya, Maslow yang anak imigran rusia kelahiran Brooklyn ini, adalah seorang behavioris. Melalui penelitia-penelitianya sebagai mahasiswa Ph.D di universitas Wisconsin, dengan menggunakan teori-teori Watson, Maslow menemukan berbagai persamaan antara kera dan manusia. Teori maslow yang pernah menjadi Presiden American Psychological Association, tentang motivasi berawal dari pra anggapan bahwa manusia pada dasarnya adalah baik, atau setidak-tidaknya netral, bukan jahat. Seperti halnya dengan keadaan fisiknya, kejiwaan manusia mempunyai kebutuhan, kapasitas dan kecenderungan yang pada prinsipnya tidak ada yang jahat. Dari segi fisik , manusia mempunyai indra ,merasa lapar, bertumbuh-kembang, berkembang biak, dan sebagainya. Dari segi kejiwaan pun manusia pun mempunyai kebutuhan , cita-cita, harapan, usaha, dan sebagainya. Dalam pandangan ini, Maslow berpendapat bahwa manusia yang sehat jiwanya adalah manusia yang mengembangkan dirinya s2ndiri berdasarkan kekuatan-kekuatan dari dalam. Sementara orang yang terganggu jiwanya, yang anti sosial, yang jahat adalah orang-orang yang terhambat perk2mbangan dirinya, yang frustasi oleh gangguan-gangguan dari luar. Daftar Pustaka W. Sarwono, Sarlito. 2000. Berkenalan dengan Aliran-aliran dan Tokoh-tokoh Psikologi. Jakarta: PT Bulan Bintang.
tugas 1.kesmen
TUGAS 1
A. Konsep Sehat
Jika menyebutkan tentang kata sehat pastinya sudah tidak asing bagi kita. Jika ditanya tentang apa itu sehat, sebagian orang akan menjawab bahwza sehat adalah keadaan dimana kita tidak sedang mengalami sakit atau sedang dalam keadaan stabil atau baik-baik saja. Sebenarnya dari jawaban sebagian orang tadi tidak ada yang salah, tetapi jika ditanya apa itu konsep sehat yang sesungguhnya mungkin tidak banyak orang yang mengetahuinya. Pada umumnya, manusia memiliki kesamaan dengan makhluk hidup lainnya, yaitu lahir, tumbuh, berkembang, mengalami dinamika stabil-labil, sehat-sakit, normal-abnormal, dan pada akhirnya akan2 mengalami kematian. Ada beberapa konsep sehat, ada yang mengungkapkan konsep sehat merujuk pada fungsi dan ada yang merujuk pada kesesuaian maksud pencipta. Contoh konsep yang merujuk pada fungsi, tangan yang sehat adalah tangan yang dapat melakukan fungsinya sebagai tangan tanpa alat Bantu. Sedangkan, contoh yang merujuk pada konsep ksesuaian pencipta adalah ketika tangan digunakan untuk melakukan hal-hal yang positif bukan untuk mencuri dan sebagainya. Kesehatan tidak hanya dirujukan untuk tubuh saja, tetapi juga ada kesehatan mental dan kesehatan masyarakat. Namun masalahnya adalah terdapat sebagian orang yang mengalami gangguan sehingga fisiknya tidak berfungsi sesuai dengan fungsinya. Jika dilihat dari medik, orang tersebut terlihat sehat dan baik-baik saja tetapi orang tersebut merasa ada yang tidak beres pada pikirannya sehingga ia tidak dapat berpikir dan tidak bisa tidur. Ada juga yang secara pikiran mereka memiliki pikiran yang jernih, gagasannya cemerlang dan dapat menjalani kehidupannya dengan cukup baik tetapi mereka kecacatan pada beberapa bagian fisik meka. Jadi maksud dari konsep sehat yang sesungguhnya adalah ketika mereka memiliki jiwa dan tubuh yang sehat secara seimbang.
B. Sejarah Kajian Ksehatan Mental
Secara umum secara historis kajian kesehatan mental terbagi dalam 2periode yaitu periode pra-ilmiah dan periode ilmiah (langgulung, 1986:23)
1. Periode Pra-ilmiah Sebenarnya sudah sejak zaman primitif animisme konsep sikap terhadap gangguan kepribadian muncul. Orang-orang primitive tersebut percaya bahwa angina bertiup, ombak mengalun, batu berguling, dan pohon tumbuh karena adanya pengaruh dari roh-roh yang hidup atau tinggal dalam benda-benda tersebut. Dan orang yunani percaya bahwa gangguan mental terjadi karena dewa marah dan membawa pergi jiwanya. Dan untuk menghindari semua itu diadakanlah pesta atau sesaji yang dilengkapi dengan mantera dan korban sebagai tumbalnya. Kemudian pada masa hipocrates (460-467) munculnya ide naturalistic yang kemudian dikembangkan oleh seorang tabib yang bernama Galen. Pada tahun 1745-1826, Philipe Pinel seorang dokter perancis menggunakan filsafat politik dan social untuk memecahkan problem penyakit mental.
2. Era Ilmiah Pada zaman ini, cara berpikir dalam menanggapi dan menagani gangguan mental sudah jauh berkembang yaitu dari animisme dan tradisional menuju yang ilmiah dan lebih modern. Di Amerika serikat pada tahun 1783, mulai berkembang psikologi abnormal dan psikiatri. Perkembangan psikologi abnormal dan psikiatri ini memberikan penagruh pada kemunculan mental hygiene yang berkembang menjadi suatu body of knowledge brikut gerakan-gerakan yang terorganisir. Dorothea Lynde Diix dan Clifford Whittingham Beers dikenal sebagai 2 tokoh yang merintis prkembangan kesehatan mental. 3. Pendekatan Kesehatan Mental a. orientasi klasik seseorang dianggap sehat sehat apabila ia tidak memiliki keluhan tertentu seperti ketegangan, rasa lelah, cemas, rendah diri atau perasaan tidak berguna yang semuanya menimbulkan perasaan sakit atau rasa tidak sehat, serta mengganggu efisiensi kegiatan sehari-hari. b. orientasi penyesuaian diri seseorang dianggap sehat apabila ia mampu mengembangkan dirinya sesuai dengan tuntutan orang-orang lain serta lingkungan sekitarnya. c. orientasi pengembangan potensi seseorang dianggap dapat mencapai taraf kesehatan jiwa, bila ia mendapat kesempatan untuk mengembangkan potensialitasnya menuju menuju kedewasaan sehingga ia bisa dihargai oleh orang lain dan dirinya sendiri.
Daftar Pustaka Sitisundari,HS. 2005. Kesehatan Mental dalam kehidupan. Cetakan pertama. Jakarta: PT. Asdi Mahasatya.
Langganan:
Postingan (Atom)