Kamis, 26 Desember 2013
TEORI TEORI LEADERSHIP
Definisi
Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi.[1] Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah "melakukannya dalam kerja" dengan praktik seperti pemagangan pada seorang seniman ahli, pengrajin, atau praktisi.[2] Dalam hubungan ini sang ahli diharapkan sebagai bagian dari peranya memberikan pengajaran/instruksi.[2]
Kebanyakan orang masih cenderung mengatakan bahwa pemimipin yang efektif mempunyai sifat atau ciri-ciri tertentu yang sangat penting misalnya, kharisma, pandangan ke depan, daya persuasi, dan intensitas.[3] Dan memang, apabila kita berpikir tentang pemimpin yang heroik seperti Napoleon, Washington, Lincoln, Churcill, Sukarno, Jenderal Sudirman, dan sebagainya kita harus mengakui bahwa sifat-sifat seperti itu melekat pada diri mereka dan telah mereka manfaatkan untuk mencapai tujuan yang mereka inginkan.
A. Teori X dan Y dari Mc Douglas
1. Teori X
Teori X menyatakan bahwa pada dasarnya manusia adalah makhluk pemalas yang tidak suka bekerja serta senang menghindar dari pekerjaan dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Individu yang berperilaku teori X mempunyai sifat : tak suka dan berusaha menghindari kerja, tak punya ambisi, tak suka tanggung jawab, tak suka memimpin, suka jadi pengikut, memikirkan diri tak memikirkan tujuan organisasi, tak suka perubahan, sering kurang cerdas.
Contoh individu dengan teori X : pekerja bangunan.
- Keuntungan Teori X :
Karyawan bekerja untuk memaksimalkan kebutuhan pribadi.
- Kelemahan Teori X :
a. Karyawan malas,
b. Berperasaan irrasional,
c. Tidak mampu mengendalikan diri dan disiplin.
2. Teori Y
Teori Y memiliki anggapan bahwa kerja adalah kodrat manusia seperti halnya kegiatan sehari-hari lainnya. Individu yang berperilaku teori Y mempunyai sifat : suka bekerja, commit pada pekerjaan, suka mengambil tanggung jawab, suka memimpin, biasanya orang pintar.
Contoh orang dengan teori Y : manajer yang berorientasi pada kinerja.
- Keuntungan teori Y :
a. Pekerja menunjukkan kemampuan pengaturan diri,
b. Tanggung jawab,
c. Inisiatif tinggi,
d. Pekerja akan lebih memotivasi diri dari kebutuhan pekerjaan.
- Kelemahan Teori Y :
Apresiasi diri akan terhambat berkembang karena karyawan tidak selalu menuntut kepada perusahaan
B. Teori Sistem 4 dari Kensis Linkert
- Asumsi dasar
Bila seseorang memperhatikan dan memelihara pekerjanya dengan baikmaka operasional organisasi akan membaik. Fungsi-fungsi manajemen berlangsung dalam empat system:
1. Sistem pertama : system yang penuh tekanan dan otoriter dimana segala sesuatu diperintahkan dengan tangan besi dan tidak memerlukan umpan balik.
2. Sistem kedua : system yang lebih lunak dan otoriter dimana manajer lebih sensitive terhadap kebutuhan karyawan.
3. Sistem ketiga : system konsultatif dimana pimpinan mencari masukan dari karyawan.
4. Sistem keempat : system partisipan dimana pekerja berpartisipasi aktif dalam membuat keputusan.
C. Model Leadership Continuum
Teori ini merupakan hasil pemikiran dari Robert Tannenbaum dan Warren H.Schmidt. Tannenbaun dan Schmidt dalam Hersey dan Blanchard (1994) berpendapat bahwa pimpinan mempengaruhi pengikutnya melalui beberapa cara, yaitu dari cara yang menonjolkan sisi ekstrim yang disebut dengan perilaku otokratis sampai dengan cara yang menonjolkan sisi ekstrim lainnya yang disebut dengan perilaku demokratis.
Perilaku otokratis, pada umumnya dinilai bersifat negative, dimana sumber kuasa atau wewenang berasal dari adanya pengaruh pimpinan.
Perilaku demokratis, perilaku kepemimpinan ini memperoleh sumber kuasa atau wewenang yang berawal dari bawahan.
Menurut teori kontinuun ada tujuh tingkatan hubungan pemimpin dengan bawahan:
1. Pemimpin membuat dan mengumumkan keputusan terhadap bawahan (telling).
2. Pemimpin menjualkan dan menawarkan keputusan terhadap bawahan (selling).
3. Pemimpin menyampaikan ide dan mengundang pertanyaan.
4. Pemimpin memberiakn keputusan tentative dan keputusan masih dapat diubah.
5. Pemimpin memberikan problem dan meminta sarang pemecahannya kepada bawahan (consulting).
6. Pemimpin menentukan batasan-batasan dan minta kelompok untuk membuat keputusan.
7. Pemimpin mengizinkan bawahan berfungsi dalam batas-batas yang ditentukan (joining).
Jadi, berdasarkan teori continuum, perilaku pemimpin pada dasarnya bertitik tolak dari dua pandangan dasar:
1. Berorientasi kepada pemimpin.
2. Berorientasi kepada bawahan.
Sumber :
http://Id.wikipedia.org/wiki/Kepemimpinan
http://nintiyas.blog.com/2009/10/23/teori-kepemimpinan-partisipatif/
KEKUASAAN
Definisi
Kekuasaan adalah kewenangan yang didapatkan oleh seseorang atau kelompok guna menjalankan kewenangan tersebut sesuai dengan kewenangan yang diberikan, kewenangan tidak boleh dijalankan melebihi kewenangan yang diperoleh atau kemampuan seseorang atau kelompok untuk memengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginan dari pelaku (Miriam Budiardjo,2002) atau Kekuasaan merupakan kemampuan memengaruhi pihak lain untuk berpikir dan berperilaku sesuai dengan kehendak yang memengaruhi (Ramlan Surbakti,1992).
Dalam pembicaraan umum, kekuasaan dapat berarti kekuasaan golongan, kekuasaan raja, kekuasaan pejabat negara. Sehingga tidak salah bila dikatakan kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi pihak lain menurut kehendak yang ada pada pemegang kekuasaan tersebut. Robert Mac Iver mengatakan bahwa Kekuasaan adalah kemampuan untuk mengendalikan tingkah laku orang lain baik secara langsung dengan jalan memberi perintah / dengan tidak langsung dengan jalan menggunakan semua alat dan cara yg tersedia. Kekuasaan biasanya berbentuk hubungan, ada yg memerintah dan ada yg diperintah. Manusia berlaku sebagau subjek sekaligus objek dari kekuasaan. Contohnya Presiden, ia membuat UU (subyek dari kekuasaan) tetapi juga harus tunduk pada UU (objek dari kekuasaan).
TEORI KEKUASAAN MENURUT FRENCH & RAVEN
Adapun sumber kekuasaan menurut French & Raven ada 5 kategori yaitu;
1). Kekuasaan Paksaan (Coercive Power)
=> Kekuasaan imbalan seringkali dilawankan dengan kekuasaan paksaan, yaitu kekuasaan untuk menghukum. Hukuman adalah segala konsekuensi tindakan yang dirasakan tidak menyenangkan bagi orang yang menerimanya. Pemberian hukuman kepada seseorang dimaksudkan juga untuk memodifikasi perilaku, menghukum perilaku yang tidak baik/merugikan organisasi dengan maksud agar berubah menjadi perilaku yang bermanfaat. Para manajer menggunakan kekuasaan jenis ini agar para pengikutnya patuh pada perintah karena takut pada konsekuensi tidak menyenangkan yang mungkin akan diterimanya. Jenis hukuman dapat berupa pembatalan pemberikan konsekwensi tindakan yang menyenangkan; misalnya pembatalan promosi, pembatalan bonus; maupun pelaksanaan hukuman seperti skors, PHK, potong gaji, teguran di muka umum, dan sebagainya. Meskipun hukuman mungkin mengakibatkan dampak sampingan yang tidak diharapkan, misalnya perasaan dendam, tetapi hukuman adalah bentuk kekuasaan paksaan yang masih digunakan untuk memperoleh kepatuhan atau memperbaiki prestasi yang tidak produktif dalam organisasi.
2). Kekuasaan Imbalan (Insentif Power)
=> kemampuan seseorang untuk memberikan imbalan kepada orang lain (pengikutnya) karena kepatuhan mereka. Kekuasaan imbalan digunakan untuk mendukung kekuasaan legitimasi. Jika seseorang memandang bahwa imbalan, baik imbalan ekstrinsik maupun imbalan intrinsik, yang ditawarkan seseorang atau organisasi yang mungkin sekali akan diterimanya, mereka akan tanggap terhadap perintah. Penggunaan kekuasaan imbalan ini amat erat sekali kaitannya dengan teknik memodifikasi perilaku dengan menggunakan imbalan sebagai faktor pengaruh.
3). Kekuasaan Sah (Legitimate Power)
=> kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain karena posisinya. Seorang yang tingkatannya lebih tinggi memiliki kekuasaan atas pihak yang berkedudukan lebih rendah. Dalam teori, orang yang mempunyai kedudukan sederajat dalam organisasi, misalnya sesama manajer, mempunyai kekuasaan legitimasi yang sederajat pula. Kesuksesan penggunaan kekuasaan legitimasi ini sangat dipengaruhi oleh bakat seseorang mengembangkan seni aplikasi kekuasaan tersebut. Kekuasaan legitimasi sangat serupa dengan wewenang. Selain seni pemegang kekuasaan, para bawahan memainkan peranan penting dalam pelaksanaan penggunaan legitimasi. Jika bawahan memandang penggunaan kekuasaan tersebut sah, artinya sesuai dengan hak-hak yang melekat, mereka akan patuh. Tetapi jika dipandang penggunaan kekuasaan tersebut tldak sah, mereka mungkin sekali akan membangkang. Batas-batas kekuasaan ini akan sangat tergantung pada budaya, kebiasaan dan sistem nilai yang berlaku dalam organisasi yang bersangkutan.
4). Kekuasaan Pakar (Expert Power)
=> Seseorang mempunyai kekuasaan ahli jika ia memiliki keahlian khusus yang dinilai tinggi. Seseorang yang memiliki keahlian teknis, administratif, atau keahlian yang lain dinilai mempunyai kekuasaan, walaupun kedudukan mereka rendah. Semakin sulit mencari pengganti orang yang bersangkutan, semakin besar kekuasaan yang dimiliki. Kekuasaan ini adalah suatu karakteristik pribadi, sedangkan kekuasaan legitimasi, imbalan, dan paksaan sebagian besar ditentukan oleh organisasi, karena posisi yang didudukinya.
Contohnya ; Pasien – pasien dirumah sakit menganggap dokter sebagai pemimpin atau panutan karena dokterlah uang dianggap paling ahli untuk menyembuhkan penyakit
5). Kekuasaan Rujukan (Referent Power)
=> Banyak individu yang menyatukan diri dengan atau dipengaruhi oleh seseorang karena gaya kepribadian atau perilaku orang yang bersangkutan. Karisma orang yang bersangkutan adalah basis kekuasaan panutan. Seseorang yang berkarisma ; misalnya seorang manajer ahli, penyanyi, politikus, olahragawan; dikagumi karena karakteristiknya. Pemimpin karismatik bukan hanya percaya pada keyakinan – keyakinannya sendiri (factor atribusi), melainkan juga merasa bahwa ia mempunyai tujuan-tujuan luhur abadi yang supernatural (lebih jauh dari alam nyata). Para pengikutnya, di sisi lain, tidak hanya percaya dan menghargai sang pemimpin, tetapi juga mengidolakan dan memujanya sebagai manusia atau pahlawan yang berkekuatan gaib atau tokoh spiritual (factor konsekuensi). Jadi, pemimpin kharismatik berfungsi sebagai katalisator dari psikodinamika yang terjadi dalam diri para pengikutnya seperti dalam proses proyeksi, represi, dan regresi yang pada gilirannya semakin dikuatkan dalam proses kebersamaan dalam kelompok. Dalam masa puncaknya, Bung Karno misalnya; diberi gelar paduka yang mulia, Panglima Besar ABRI, Presiden seumur hidup, petani agung, pramuka agung, dan berbagai gelar yang lainnya.
DAFTAR PUSTAKA
Sarwono, Sarlito W. 2005. Psikologi Sosial (Psikologi Kelompok dan Psikologi Terapan). Balai Pustaka, Jakarta.
http://wikipedia.org/wiki/kekuasaan
MEMPENGARUHI PERILAKU
1.Definisi
pengaruh pe.nga.ruh
Daya yg ada atau timbul dr sesuatu (orang, benda) yg ikut membentuk watak, kepercayaan, atau perbuatan seseorang: besar sekali -- orang tua thd watak anaknya
2. Kunci-Kunci Perubahan Perilaku
Secara definisi, masyarakat adalah kumpulan individu-individu yang salingberinteraksi dan memiliki komponen perubahan yang dapat mengikat satu individu dengan individu lain dengan perilakunya. Sedangkan perubahan merupakan peralihan kondisi yang tadinya buruk, menjadi baik. Masyarakat yang berubah adalah masyarakat yang terdiri dari satu individu kepribadian (personality) baik. Personality tidak dibentuk dari performance dan style seseorang, melainkan dari adannya daya intelektual dan perbuatan.
Oleh karena itu, kunci perubahan masyarakat adalah membentuk daya intelektual dan perbuatan yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, sehingga terjadilah perubahan perilaku yang secara otomatis diikuti dengan perubahan masyarakat. Maka, persoalan kemiskinan bisa berubah jika terjadi perubahan perilaku di dalam masyarakat.
Perilaku yang akan menjadi kunci perubahan di masyarakat adalah sikap yang mampu melalui berbagai benturan dengan gemilang, adanya kepercayaan diri tanpa batas, dan tekad untuk terus berjuang hingga titik nadir. Perubahan masyarakat akan berimplikasi terhadap perubahan individu, karena di dalamnya ada interaksi sebagai kontrol sosial yang dapat mendidik manusia.
Perilaku adalah respon individu terhadap suatu stimulus atau suatu tindakan yang dapat diamati dan mempunyai frekuensi spesifik, durasi dan tujuan baik disadari maupun tidak :
- Courage: diperlukan keberanian,kebulatan,tekad dan keteguhan hati
- High confidence : kekuatan penggerak hidup anda
- Attitude: mental yang positif
- New action: tindakan yang benar-benar konsisten
- Goal: target atau tujuan yang benar-benar diinginkan
- Excellence :menjadi yang terbaik
3. Bagaimana Mempengaruhi Orang Lain
Cara mempengaruhi orang lain dengan dasar Pendekatan Komunikasi Persuasi dikemukakan oleh Aristotle yang menyatakan terdapat 3 pendekatan dasar dalam komunikasi yang mampu mempengaruhi orang lain, yaitu:
§ Logical argument (logos), yaitu penyampaian ajakan menggunakan argumentasi data-data yang ditemukan. Hal ini telah disinggung dalam komponen data.
§ Psychological/ emotional argument (pathos), yaitu penyampaian ajakan menggunakan efek emosi positif maupun negatif. Misalnya, iklan yang menyenangkan, lucu dan membuat kita berempati termasuk menggunakan pendekatan psychological argument dengan efek emosi yang positif. Sedangkan iklan yang menjemukan, memuakkan bahkan membuat kita marah termasuk pendekatan psychological argument dengan efek emosi negatif.
§ Argument based on credibility (ethos), yaitu ajakan atau arahan yang dituruti oleh komunikate/ audience karena komunikator mempunyai kredibilitas sebagai pakar dalam bidangnya. Contoh, kita menuruti nasehat medis dari dokter, kita mematuhi ajakan dari seorang pemuka agama, kita menelan mentah-mentah begitu saja kuliah dari dosen. Hal ini semata-mata karena kita mempercayai kepakaran seseorang dalam bidangnya.
Wewenang dan Peran Wewenang dalam Manajemen
Wewenang merupakan kemampuan yang diterima untuk mengambil keputusan dan untuk mendelegasikan suatu tundakan (atau tidak).
1. Wewenang lini
Wewenang lini adalah wewenang dimana atasan melakukannya atas bawahannya langsung. Yaitu atasan langsung memberi wewenang kepada bawahannya, wujudnya dalam wewenang perintah dan tercermin sebagai rantai perintah yang diturunkan ke bawahan melalui tingkatan organisasi.
2. Wewenang staff
Wewenang staff adalah hak yang dipunyai oleh satuan-satuan staf atau para spesialis untuk menyarankan, memberi rekomendasi, atau konsultasi kepada personalia ini. Kualifikasi yang harus dipenuhi oleh orang yang duduk sebagai taf yaitu dengan menganalisa melalui metode kuisioner, metode observasi, metode wawancara atau dengan menggabungkan ketiganya.
Sumber :
Clegg, Brian. 2006. Instant Motivation 79 Cara Instan Menumbuhkan Motivasi. Jakarta : Esensi
http://kamusbahasaindonesia.org/perubahan/mirip
http://megakinantiputri.blogspot.com/2013/09/psikologi-manajemen.html
http://rhamaugwisnu.blogspot.com/2013/01/wewenang-kekuasaan-dan-pengaruh_6203.html
Senin, 28 Oktober 2013
tugas 2 softskill pikologi konsumen
Psikologi Manajemen
Pengertian Manajemen Manajemen adalah proses perencenaan, peengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan pengguna sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Stoner). Manajemen merupakan ilmu dan seni.
Ada 4 fungsi utama dalam manajemen:
Perencanaan(planning)
Pengorganisasi (organizing)
Pengarahan(actuating/directing)
Pengawasan(controlling)
Seni dalam menyelesaikan sesuatu melalui orang lain (Follet, 1997). Sebuah proses yang dilakukan untuk mewujudkan tujuan organisasi melalui rangkaian kegiatan berupa perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian orang-orang serta sumber daya organisasi lainnya (Nickles, Mchugh dan Mchugh, 1997). Seni atau proses dalam menyelesaikan sesuatu yang terkait dengan pencapaian tujuan. (Ernie&Kurniawan, 2005). Psikologi manajemen adalah ilmu tentang bagaimana mengatur/me-manage sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhan. Kaitannya dengan psikologi: Dengan ditemukan dan dikembangkannya ilmu psikologi, diketahui bahwa unsure SDM ternyata merupakan yang terpenting dari ketiga modal kerja perusahaan manapun. Pasalnya, ilmu psikologi yang memang berpusat pada manusia, mampu mengintervensi berbagai factor internal manusia seperti motivasi, sikap kerja, keterampilan, dsb dengan berbagai macam teknik dan metode, sehingga bisa dicapai kinerja SDM yang setinggi-tingginya untuk produktivitas perusahaan.
Sumber Daya Organisasi:
a. sumber daya manusia
b. sumber daya informasi
c. sumber daya fisik
d. sumber daya keuangan
e. sumber daya alam
Fungsi-fungsi Manajemen:
Peerencanaan(planning)
Pengorganisasian(organizing)
Pengarahan dan
pengimplementasian(Directing/leading)
Pengawasan dan pengendalian(controlling)
Organisasi
Organisasi
Organisasi adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama. Dalam ilmu-ilmu social, organisasi dipelajari oleh periiset dari berbagai bidang ilmu, terutama sosiologi, ekonomi, ilmu politik, psikologi, dan manajemen. Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerja sama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya(uang, material, mesin, meetode, lingkungan), sarana-prasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.
Partisipasi
Dalam berorganisasi setiap individu dapat berinteraksi dengan semua struktur yang terkait baik itu secara langsung maupun secara tidak langsung kepada organisasi yang mereka pilih. Agar dapat berinteraksi secara efektif setiap individu bisa berpatisipasi pada organisasi yang bersangkutan. Dengan berpatisipasi setiap individu dapat lebih mengetahui hal-hal apa saja yang harus dilakukan.
Unsur-unsur
Menurut Keith Davis ada 3 unsur penting berpatisipasi:
a. Unsur pertama, bahwa partisipasi atau keikutsertaan sesungguhnya merupakan suatu keterlibatan mental dan perasaan, lebih dari semata-mata atau hanya keterlibatan secara jasmaniah.
b. Unsur kedua adalah kesediaan memberi suatu sumbangan kepada usaha mencapai tujuan kelompok. Ini berarti, bahwa terdapat rasa senang, kesukarelaan untuk membantu kelompok.
c. Unsur ketiga adalah unsur tanggung jawab. Unsur tersebut merupakan segi yang menonjol dari rasa menjadi anggota artinya ada rasa "sense of belongingness".
Jenis-jenis
Keith Davis juga mengemukakan jenis-jenis partisipasi, yaitu sebagai berikut:
a. Pikiran
b. Tenaga
c. Pikiran dan tenaga
d. Keahlian
e. Barang
f. Uang
Bentuk-bentuk Organisasi
Organisasi politik
Organisasi social
Organisasi mahasiswa
Organisasi olahraga
Organisasi sekolah
Organisasi Negara
Organisasi pemuda
Komunikasi
Definisi
Komunikasi dapat diartikan sebagai satu proses perpindaha maklumat, perasaan, idea, dan fikiran seorang individu kepada individu atau sekumpulan individu yang lain. Ia merupakan proses interaksi yang berarti antara kedua individu atau lebih. Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi(pesan, ide, gagasan) dari suatu pihak kepada pihak lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi nonverbal.
Komponen komunikasi
Menurut Laswell komponen-komponen komunikasi adalah:
Pengirim atau komuniukator
Pesan
Saluran Penerima atau komunikate
Umpan balik
Aturan yang disepakati para pelaku komunikasi.
Proses komunikasi
Komuniukator, punya maksud ingin berkomunikasi dengan orang lain mengirimkan pesan kepada orang yang dimaksud.
Pesan, disampaikan dan dibawa melalui suatu media atau saluran baik secara langsung ataupun tidak.
Komunikan, menerima pesan yang disampaikan.
Komunikan, memberikan umpan balik atau tanggapan pesan kepada pengirim pesan.
Model-model komunikasi
a. Model komunikasi linear
b. Model interaksional
c. Model transaksional
Faktor yang mempengaruhi komunikasi
1.Latar belakang budaya
2.Ikatan kelompok atau group
3.Harapan
4.Pendidikan
5.situasi
sumber:
www.wikipedia.com
www.choirunnisawijayanti.blogspot.com
Jumat, 11 Oktober 2013
tugas softskill 1
Tentang Penulis
Nama lengkap saya Bebby Maylia Zahara, saya lahir di Jakarta pada tanggal 7 Mei 1993, saat ini usia saya menginjak 20 tahun. Saya adalah putri pasangan Rizka Arief dan Fauzia Inak. Saya bertempat tinggal di Perum. Sawangan Elok blok au 4 no.1 sawangan-depok. Saya anak pertaama dari tiga bersaudara, adik pertama saya Amanda Mayrani Zahara saat ini terdaftar sebagai mahasiswi aktif di Universitas Gunadarma Fakultas Sastra Inggris, dan adik saya yang terakhir masih duduk di bangku SMP kelas 2.
Awal pendidikan saya di mulai dari taman kanak-kanak di TK Widya Tama(1999), SD Duren Seribu 4(2005), SMPN 2 Depok(2008), SMA Yadika 7 Bogor(2011), dan saat ini saya terdaftar sebagai mahasiswi aktif di Universitas Gunadarma Fakultas Psikologi Jurusan Psikologi. Sejak TK saya sudah sering aktif dalam kegiatan lomba ataupun organisasi, seperti pada TK saya sempat menjuarai lomba lari estafet antar kelas, di SD saya sering mengikuti lomba sprint jarak 100 meter untuk kategori atletik, di SMP saya mengikuti organisasi di dalam paduan suara, di SMA saya sering mengikuti lomba debat bahasa inggris, dan mendapatkan posisi sebagai sekretaris kelas, dan saat ini di Universitas Gunadarma pernah mengikuti organisasi UKM Paduan Suara Swaradarmagita.
Alasan saya masuk Universitas Gunadarma karena saya tidak lulus seleksi masuk perguruan tinggi negeri. Dan alasan saya memilih juurusan psikologi karena saya suka mendenagar curahan teman-teman saya, dan saya juga senang dapat sedikit member masukan kepada teman-teman yang menbutuhkan saran saya, dan tujuan utama saya adalah saya ingin menjadi Personalia HRD di suatu perusahaan besar. Awal mula saya menyukai psikologi karena adik dari ibu saya adalah sarjana psikolog dan saat ini menjadi Personalia HRD di suatu perusahaan asing.
Senin, 01 Juli 2013
rangkuman tugas kesmen
KONSEP SEHAT
Konsep Sehat Jika menyebutkan tentang kata sehat pastinya sudah tidak asing bagi kita. Jika ditanya tentang apa itu sehat, sebagian orang akan menjawab bahwza sehat adalah keadaan dimana kita tidak sedang mengalami sakit atau sedang dalam keadaan stabil atau baik-baik saja. Sebenarnya dari jawaban sebagian orang tadi tidak ada yang salah, tetapi jika ditanya apa itu konsep sehat yang sesungguhnya mungkin tidak banyak orang yang mengetahuinya. Pada umumnya, manusia memiliki kesamaan dengan makhluk hidup lainnya, yaitu lahir, tumbuh, berkembang, mengalami dinamika stabil-labil, sehat-sakit, normal-abnormal, dan pada akhirnya akan mengalami kematian. Ada beberapa konsep sehat, ada yang mengungkapkan konsep sehat merujuk pada fungsi dan ada yang merujuk pada kesesuaian maksud pencipta. Contoh konsep yang merujuk pada fungsi, tangan yang sehat adalah tangan yang dapat melakukan fungsinya sebagai tangan tanpa alat Bantu. Sedangkan, contoh yang merujuk pada konsep ksesuaian pencipta adalah ketika tangan digunakan untuk melakukan hal-hal yang positif bukan untuk mencuri dan sebagainya. Kesehatan tidak hanya dirujukan untuk tubuh saja, tetapi juga ada kesehatan mental dan kesehatan masyarakat.
TEORI KEPRIBADIAN SEHAT
Teori Kepribadian Sehat Apakah yang dimaksud kepribadian yang sehat ? mungkin pertanyaan itulah yang selalu muncul dalam benak berjuta-juta orang bahkan para ahli-ahli psikologi. Tetapi dibalik banyaknya pertanyaan-pertanyaan, telah muncul bermacam-macam jawaban yakni suatu arus buku-buku untuk pertolongan terhadap diri sendiri, kepercayaan-kepercayaan yang membimbing, janji-janji tentang gaya hidup baru. Sejumlah besar orang-orang amerika mencari-cari dalam kelompok, menyelidiki, dan menyingkapkan diri batiniah mereka dalam sensitivity sessions, T-Groups, dan sejumlah bentuk encounter therapy lainnya. Penjahat-penjahat, pecandu-pecandu, dan lain sebagainya rupanya menemukan dalam pengalaman-pengalaman itu dimensi-dimensi dan potensi-potensi dalam kepribadian mereka yang tidak pernah disadari bahwa mereka memilikinya. Pendukung-pendukung gerakan potensi manusia mengmukakan bahwa ada suatu tingkat prtumbuhan dan perkembangan yang sangat diperlukan yang melampaui "normalitas" dan mereka mengemukakan bahwa manusia perlu memperjuangkan tingkat pertumbuhan yang lebih maju supaya merealisasikan semua potensinya. Dengan kata lain, tidak cukup hanya bebas dari sakit emosional; tidak adanya tingkah laku neurotis atau psikotis tidak cukup untuk menilai seseorang sebgai pribadi yang sehat.
PENYESUAIAN DIRI DAN PERTUMBUHAN
Penyesuaian Diri dan Pertumbuhan penyesuaian diri merupakan proses adaptasi dengan lingkungan yang bersiafat dinamik. Maksudnya adalah ketika lingkungan sekitar kita mengalami perubahan maka saat itu lah kita melakukan penyesuaian diri. namun terkadang hal itulah yang brtentangan dengan sifat kepribadian seseorang. Karena tidak semua orang dapat menyesuaikan dirinya dengan baik. Bahkan ada yang merasa terganggu jika harus selalu beadaptasi dengan lingkungan luar. Schneiders berpendapat bahwa penyesuaian diri dapat dilihat dari 3 sudut pandang, yaitu : penyesuaian diri sebagai adaptasi, penyesuaian diri sebagai konformitas, p3nyesuaian diri sebagai usaha penguasaan. Pada intinya penyesuaian diri dapat berlangsung baik jika kita dapat menyesuaikan diri denagn baik pula terhadap lingkungan sekitar kita. Dan dampak tersebut akan terlihat dari pertumbuhan personalnya.
Pertumbuhan Personal Pertumbuhan adalah perubahan secara fisiologis sebagai hasil dari proses-proses pematangan fungsi-fungsi fisik yang berlangsung secara normal yang sehat dan terjadi pada eaktu yang normal. Maksudnya adalah kesuaian kematangan fisiologis yang berlangsung secara bersamaan dengan matangnya fungsi dari fisik. Sedangkan pertumbuhan personal menurut Ptof. Gessel pertumbuhan personal itu berlangsung secara terus menerus. Missal dari kita lahir menjadi bayi kemudian perlahan-lahan tumbuh menjadi dewasa. Variasi pertumbuhan memang dapat terjadi. Karena tidak semua individu berhasil dalam melakukan penyesuaian diri terhadap lingkunagn sekitarnya. Dan biasanya hal yang menjadi rintangan ketidakberhasilan berasal dari dalam diri maupun luar diri.
koping stress
KOPING STRESS Pengertian dan Jenis-jenis Koping Coping merupakan suatu proses dimana individu mencoba untuk mengelola jarak yang ada antara tuntutan-tuntutan (baik tuntutan yang berasal dari individu maupun tuntutan yang berasal dari lingkungan) dengan sumber-sumber yang mereka gunakan dala menghadapi situasi stressful (Cohen & Lazarus, 1983; Lazarus & Folkman, 1984; Sarafino 1990; Taylor, 1991). Jenis-jenis koping Secara umum koping sendiri memiliki 2 macam yaitu tindakan langsung dan peredaan atau peringanan. Jenis tindakan langsung sendiri memiliki 4 macam yakni, mempersiapkan diri untuk menghadapi luka, agresi, penghindaran, apati. Sedangkan jenis peredaan atau peringanan ada 2 macam yakni, diarahkan pada gejala. 1. tindakan langsung : koping jenis ini dilakukan jika individu sedang melakukan perubahan posisi terhadap masalah yang dialami secara langsung. - mempersiapkan diri untuk menghadapi luka : melakukan langkah antisipatif. Misal, ketika seseorang akan menghadapi ujian nasional. Maka tindakan antisipatif yang ia lakukan adalah belajar sedikit demi sedikit sebelum menjelang ujian. - Agresi : agresi adalah tindakan yang dilakukan jika seseorang merasa terancam oleh agen lain mengancam atau ingin melukai. - Penghindaran : tindakan ini dilakukan jika agen yang mengancam memiliki kekutan atau kekuasaan lebih kuat. - Apati : pola ini adalah pola putus asa dimana individu yang bersangkutan tidak dapat bergerak dan melakukan apa-apa dan juga menerima begitu saja.
pengertian stress
PENGERTIAN STRESS Stress dapat diartikan sebagai suatu kondisi yang disebabkan oleh transaksi antara individu dengan lingkungan yang menimbulkan persepsi jarak antara tuntutan-tuntutan yang berasal dari situasi dengan sumber-sumber daya system biologis, psikologis, dan social dari seseorang (sarafino, 1990). Atau secara bahasa yang lebih mudah untuk dimengerti adalah kondisi ataupun keadaan ketika seseorang merasa berada di bawah tekanan, frustasi, cemas yang diakibatkan dari dalam maupun dari luar diri individu tersebut. Efek-efek stress Efek-efek stress menurut Hans Seyle, tidak semua jenis stress itu merugikan yang disebut dengan eustress. Karena kita melakukan, menjalani ringan, saat-saat singkat dan dikendalikan oleh ketegangan yang dianggap umum, sebagai rangsangan positif terhadap perkembangan emosional seseorang. Sedangkan distress adalah sebutan untuk jenis stress yang merugikan. Karena ditandai dengan tekanan fisik dan psikologis yang mengganggu kesehatan. Faktor-faktor ; 1. faktor sosial : - dukungan emosional - dukungan nyata - dukungan informasi 2. faktor individu ketika seseorang menemui stressor dalam lingkungannya, ada dua karakteristik pada stressor tersebut . yaitu, berapa lama harus menghadapi stressor tersebut dan berapa terduganya stressor tersebut.
teori kepribadian
TEORI KEPRIBADIAN SEHAT ALLPORT (ciri-ciri kepribadian yang matang) 1. perluasan perasaan diri ketika diri berkembang, maka diri itu meluas mencapai banyaknya orang dan benda. Mula-mula diri hanya berfokus dan berpusat hanya pada individu. Kemudian, ketika lingkaran pengalaman tumbuh dan berkembang maka diri bertambah luas meliputi nilai-nilai dan cita-cita yang abstrak. Dengan kata lain, ketika orang menjadi matang, mengembangkan perhatian-perhatian diluar diri. Akan tetapi, tidak cukup hanya berinteraksi dengan sesuatu atau seseorang diluar seperti pekerjaan. 2. hubungan diri yang kuat allport membedakan dua macam kehangatan dalam hubungan dengan orang lain: kapasitas untuk keintiman dan kapasitas untuk perasaan terharu.
CARL ROGERS (Perkembangan Kepribadian) Dalam masa kecil, anak mulai membedakan, atau memisahkan salah satu segi pengalamannya dari semua yan lain-lainnya. Segi ini adalah diri dan itu digambarkan dengan bertambahnya penggunaan kata "aku" dan "kepunyaanku". Anak itu mengembangkan kemampuan untuk membedakan antara apa yang menjadi milik atau bagian dirinya dan semua benda lain yang dilihat, diraba, didengar dan diciumnya ketika dia membentuk lukisan dan gambaran tentang siapa dia. Abraham Maslow (Hierarki Kebutuhan Manusia) Kebutuhan fisiologis adalah kebutuhan-kebutuhan yang jelas terhadap makanan, air, udara, tidur, seks dan pemuasan terhadap kebutuhan-kebutuhan itu sangat penting untuk kelangsungan hidup.
ERICH FROMM (Ciri-ciri kepribadian sehat) Cinta yang produktif adalah suatu hubungan manusia yang bebas dan sederajat dimana-mana partner dapat mmpertahankan individualitas mereka. Pikiran yang produktif meliputi kecerdasan, prtimbangan, dan objektivitas. Pemikir produktif didorong oleh perhatian yang kuat terhadap objek pikiran. Kebahagiaan merupakan suatu bagian integral dan hasil kehidupan yang berkenaan dengan orientasi produktif; kebahagian itu menyertai seluruh kegiatan produktif.
PENYESUAIAN DIRI DAN ABNORMAL
Konsep Penyesuaian Diri Penyesuaian diri merupakan suatu proses dinamis yang bertujuan untuk mengubah perilaku individu agar terjadi hubungan yang lebih sesuai antara diri individu dengan lingkungannya. Seseorang tidak dilahirkan dalam keadaan telah mampu menyesuaikan diri atau tidak mampu menyesuaikan diri, kondisi fisik, mental, dan emosional dipengaruhi dan diarahkan oleh faktor-faktor lingkungan dimana kemungkinan akan berkembang proses penyesuaian yang baik atau yang salah. Penyesuaian yang sempurna dapat terjadi jika manusia atau individu selalu dalam keadaan seimbang antara dirinya dengan lingkungannya, tidak ada lagi kebutuhan yang tidak terpenuhi, dan semua fungsi-fungsi organisme atau individu berjalan normal. Namun, penyesuaian diri lebih bersifat suatu proses sepanjang hayat, dan manusia terus menerus menemukan dan mengatasi tekanan dan tantangan hidup guna mencapai pribadi sehat. Penyesuaian diri adalah suatu proses. Kepribadian yang sehat ialah memiliki kemampuan untuk mengadakan penyesuaian diri secara harmonis, baik terhadap diri sendiri maupun terhadap lingkungannya. Dalam kehidupan sehari-hari, Penyesuaian diri merupakan salah satu persyaratan penting bagi terciptanya kesehatan jiwa/mental individu. Banyak individu yang menderita dan tidak mampu mencapai kebahagiaan dalam hidupnya, karena ketidak-mampuannya dalam menyesuaikan diri, baik dengan kehidupan keluarga, sekolah, pekerjaan dan dalam masyarakat pada umumnya. Tidak jarang pula ditemui bahwa orang-orang mengalami stres dan depresi disebabkan oleh kegagalan mereka untuk melakukan penyesaian diri dengan kondisi yang penuh tekanan.
HUBUNGAN INTERPERSONAL
Ada 4 model hubungan interpersonal yaitu meliputi : 1. Model pertukaran sosial (social exchange model) Hubungan interpersonal diidentikan dengan suatu transaksi dagang. Orang berinteraksi karena mengharapkan sesuatu yang memenuhi kebutuhannya. Artinya dalam hubungan tersebut akan menghasilkan ganjaran (akibat positif) atau biaya (akibat negatif) serta hasil / laba (ganjaran dikurangi biaya). 2. Model peranan (role model) Hubungan interpersonal diartikan sebagai panggung sandiwara. Disini setiap orang memainkan peranannya sesuai naskah yang dibuat masyarakat. Hubungan akan dianggap baik bila individu bertindak sesuai ekspetasi peranan (role expectation), tuntutan peranan (role demands), memiliki ketrampilan (role skills) dan terhindar dari konflik peranan. Ekspetasi peranan mengacu pada kewajiban, tugas dan yang berkaitan dengan posisi tertentu, sedang tuntutan peranan adalah desakan sosial akan peran yang harus dijalankan. Sementara itu ketrampilan peranan adalah kemampuan memainkan peranan tertentu. 3. Model permainan (games people play model) Model menggunakan pendekatan analisis transaksional. Model ini menerangkan bahwa dalam berhubungan individu-individu terlibat dalam bermacam permaianan. 4. Model Interaksional (interacsional model) Model ini memandang hubungann interpersonal sebagai suatu sistem . Setiap sistem memiliki sifat struktural, integratif dan medan. Secara singkat model ini menggabungkan model pertukaran, peranan dan permainan.
CINTA DAN PERKAWINAN
A. Deskripsi Cinta Dan Perkawinan mendengar kata-kata cinta sudah tidak asing lagi. Cinta adalah hal yang kita alami dan rasakan pada orang-orang tersyang atau orang-orang tertdekat kita. Misalnya orangtua, teman, pacar dsb. Tetapi jangan lupa rasa cinta yang utama adalah cinta yang ditujukan untuk Tuhan Maha Pencipta. Dan perkawinan adalah proses kehidupan dimana 2 orang dewasa pria dan wanita memutuskan untuk memulai hidup bersama dan semua itu juga didasari adanya rasa cinta tersebut itu. Ada beberapa criteria dalam memilih pasangan. Yaitu : 1. COCOK JADI ANAK DARI ORANG TUA KITA 2. COCOK JADI AYAH / IBU DARI ANAK-ANAK KITA KELAK 3. COCOK JADI SUAMI / ISTRI KITA Pada umumnya salah satu tanda kegagalan suami-istri dalam mencapai kebahagiaan perkawinan adalah perceraian. Perceraian adalah akumulasi dari kekecewaan yang berkepanjangan yang disimpan dalam alam bawah sadar individu. Adanya batas toleransi pada akhirnya menjadikan kekecewaan tersebut muncul kepermukaan, sehingga keinginan untuk bercerai begitu mudah. 1. Masalah diseputar perkawinan atau kehidupan berkeluarga antara lain: 2. • Kesulitan ekonomi keluarga yang kurang tercukupi. 3. • Perbedaan watak. 4. • Temperamen dan perbedaan kepribadian yang sangat tajam antara suami dan istri. 5. • Ketidakpuasan dalam hubungan seks. 6. • Kejenuhan rutinitas. 7. • Hubungan antara keluarga besar yang kurang baik. 8. • Adanya istilah WIL (wanita idaman lain) atau PIL (pria idaman lain). 9. • Masalah harta warisan. 10. • Menurunnya perhatian kedua belah pihak. 11. • Domonasi dan intervensi orang tua atau mertua. 12. • Kesalahpahaman antara kedua belah pihak. 13. Dari salah satu masalah diatas yaitu
Minggu, 09 Juni 2013
CINTA DAN PERKAWINAN
A. Deskripsi Cinta Dan Perkawinan
mendengar kata-kata cinta sudah tidak asing lagi. Cinta adalah hal yang kita alami dan rasakan pada orang-orang tersyang atau orang-orang tertdekat kita. Misalnya orangtua, teman, pacar dsb. Tetapi jangan lupa rasa cinta yang utama adalah cinta yang ditujukan untuk Tuhan Maha Pencipta. Dan perkawinan adalah proses kehidupan dimana 2 orang dewasa pria dan wanita memutuskan untuk memulai hidup bersama dan semua itu juga didasari adanya rasa cinta tersebut itu.
Ada beberapa criteria dalam memilih pasangan. Yaitu :
1. COCOK JADI ANAK DARI ORANG TUA KITA
2. COCOK JADI AYAH / IBU DARI ANAK-ANAK KITA KELAK
3. COCOK JADI SUAMI / ISTRI KITA
Pada umumnya salah satu tanda kegagalan suami-istri dalam mencapai kebahagiaan perkawinan adalah perceraian. Perceraian adalah akumulasi dari kekecewaan yang berkepanjangan yang disimpan dalam alam bawah sadar individu. Adanya batas toleransi pada akhirnya menjadikan kekecewaan tersebut muncul kepermukaan, sehingga keinginan untuk bercerai begitu mudah.
1. Masalah diseputar perkawinan atau kehidupan berkeluarga antara lain:
2. • Kesulitan ekonomi keluarga yang kurang tercukupi.
3. • Perbedaan watak.
4. • Temperamen dan perbedaan kepribadian yang sangat tajam antara suami dan istri.
5. • Ketidakpuasan dalam hubungan seks.
6. • Kejenuhan rutinitas.
7. • Hubungan antara keluarga besar yang kurang baik.
8. • Adanya istilah WIL (wanita idaman lain) atau PIL (pria idaman lain).
9. • Masalah harta warisan.
10. • Menurunnya perhatian kedua belah pihak.
11. • Domonasi dan intervensi orang tua atau mertua.
12. • Kesalahpahaman antara kedua belah pihak.
13. Dari salah satu masalah diatas yaitu kesalahpahaman yang menyebabkan pasangan menjadi tersinggung, sehingga terkadang memicu adanya perceraian, merupakan masalah yang sering terjadi dalam kehidupan rumah tangga.
Artikel
Perceraian Kiki Amalia-Markus Horison, dari Soal Uang Hingga Orang Ketiga
Jakarta - Proses sidang cerai antara Kiki Amalia dan Markus Horison masih terus berjalan. Jelang putusan, hubungan keduanya pun kian 'panas' di ruang persidangan.
Dalam sidang hari ini, Senin (13/5/2013), melalui kuasa hukum masing-masing, Kiki dan Markus kembali saling tuding. Sebelumnya, soalan materi disiratkan Kiki menjadi salah satu alasan dirinya bercerai dari pesepakbola tersebut. Kini, Kiki melontarkan isu soal adanya orang ketiga dalam kisruh rumah tangga mereka.
"Foto sudah saya jadikan bukti di sidang hari ini. Kiki pernah memeriksa HP Markus, isinya ada Markus dengan seorang wanita dan beberapa momen," ujar Aulia Fahmi, kuasa hukum Kiki Amalia.
Namun, dengan tangkas Sangap Surbakti, kuasa hukum Markus membantah hal tersebut. Menurut Sangap, perempuan dalam foto tersebut hanyalah penggemar saja.
Yang diiyakan oleh Markus lewat kuasa hukumnya hanya soal nafkah yang mamang tak rutin ia berikan kepada Kiki selama dirinya menikah dengan pesinetron dan bintang film tersebut.
"Markus saat itu dikasih waktu 3 bulan. Markus bukan tidak mau memberi nafkah, tapi karena tidak punya uang," ujar Sangap.
Entah siapa pihak yang jujur dalam permasalahan ini. Hanya diwakili kuasa hukumnya masing-masing, baik Kiki dan Markus pun mulai absen dari kasus perceraian mereka.
"Kiki bilang saat putusan akam hadir, dia akan beberkan kenapa terjadi perceraian," ujar Aulia Fahmi.
Dilihat dari kasus perceraian salah satu artis di Indonesia tersebut bahwa masalah ekonomi juga dapat membuat sebuah rumah tangga dapat berantakan mungkin hingga mengalami perceraian. Dan dalam kasus diatas, sangat terlihat bahwa masalah adanya orang-orang idaman lain baik dari pihak suami ataupun dari p;ihak istri sangat mempengaruhi hubungan dalam rumah tangga kiki amalia dan markus horizon yang pada akhirnya berakhir di pengadilan agama untuk bercerai secara resmi. Karena jika rasa cinta antara kedua belah pihak sudah tidak ada apalagi yang dapat dipertahankan selain cinta. Ditambah lagi dalam rumah tangga kiki amalia dan markus horizon belum sempat dikaruniai anak yang bisa dijadikan alasan pembatalan cerai , mungkin dapat dikatakan atas nama anak.
Sumber :
http://hot.detik.com/read/2013/05/13/161025/2244448/230/perceraian-kiki-amalia-markus-horison-dari-soal-uang-hingga-orang-ketiga
http://21juli1991.blogspot.com/2013/05/cinta-dan-perkawinan.html
Langganan:
Postingan (Atom)